DaerahTNI - POLRI

522 Tamtama TNI AD Gelombang III TA 2025 Resmi Tutup Pendidikan di Rindam VI Mulawarman

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – Sebanyak 522 Tamtama Infanteri TNI Angkatan Darat Gelombang III Tahun Anggaran 2025 resmi mengakhiri Pendidikan Pertama (Dikma) melalui Upacara Penutupan yang digelar di Aula Rindam VI/Mulawarman, Rabu (4/2/2026).

Upacara penutupan dipimpin Kepala Staf Kodam XXII/Tambun Bungai, Brigjen TNI Sugiono. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan intensif selama dua bulan telah membentuk para Tamtama menjadi prajurit yang tangguh secara fisik dan mental, profesional, serta berkarakter Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

Menurutnya, pendidikan yang telah dijalani merupakan bagian dari strategi besar pembangunan kekuatan TNI Angkatan Darat yang dirancang secara sistematis oleh Presiden Republik Indonesia, kemudian dilaksanakan secara berkelanjutan oleh lembaga pendidikan TNI AD untuk menjawab kebutuhan pengembangan satuan-satuan baru di seluruh Indonesia.

“Di tengah tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis, kehadiran generasi prajurit muda ini diharapkan mampu mendukung tugas operasi pertempuran sekaligus menjadi motor penggerak inovasi dalam pemberdayaan potensi masyarakat,” ujar Brigjen TNI Sugiono.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Tamtama sebagai inti penguatan Batalyon Teritorial Pembangunan telah terbukti efektif, khususnya dalam mendukung percepatan pemulihan dan penanggulangan bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

“Oleh karena itu, jadikan ilmu pengetahuan serta kemampuan teknik dan taktik militer yang telah diperoleh sebagai modal dasar dalam membangun jati diri sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional,” tambahnya.

Lebih lanjut, Brigjen TNI Sugiono menyampaikan bahwa penutupan pendidikan ini menjadi momentum penting dalam menyiapkan prajurit TNI AD yang memiliki kesiapan fisik, mental, serta kemampuan teritorial, khususnya untuk menjawab tantangan tugas di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Kondisi geografis yang luas dengan karakter hutan, sungai, dan wilayah pedalaman menuntut prajurit yang adaptif serta mampu memahami sosial budaya masyarakat setempat.

Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan sendiri merupakan langkah strategis Kementerian Pertahanan dalam memperkuat peran TNI AD menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung pembangunan di daerah terpencil, perbatasan, dan kawasan rawan bencana di Kalimantan.

Dalam menghadapi tantangan keamanan modern, pendidikan Tamtama TNI AD terus mengembangkan berbagai kemampuan utama prajurit, mulai dari kemampuan tempur, penguasaan senjata, ketahanan fisik dan mental, adaptasi serta pembelajaran berkelanjutan, hingga kemampuan teritorial.

Menutup sambutannya, Brigjen TNI Sugiono menekankan agar seluruh Tamtama remaja senantiasa memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

“Di Batalyon Teritorial Pembangunan, prajurit tidak hanya dituntut disiplin dan profesional, tetapi juga mampu menjadi solusi bagi masyarakat. Bangun komunikasi yang baik, pahami kondisi sosial budaya wilayah tugas, dan jadilah prajurit yang hadir untuk rakyat, karena kekuatan pertahanan sejati berakar dari kemanunggalan TNI dan rakyat,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah