DaerahKabupaten Balangan

BPBD Balangan Tingkatkan Ketangguhan Desa Melalui Bimtek Fasilitator Destana

0

BALANGAN, REPORTASE9.ID – BPBD Kabupaten Balangan menekankan pentingnya penguatan kapasitas fasilitator desa tangguh bencana (Destana) dalam menghadapi potensi bencana yang berbeda-beda di wilayah ini.

Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembinaan dan Penguatan Fasilitator Destana bagi aparatur desa se-Kabupaten Balangan digelar di Hotel G’Sign Banjarmasin pada 29 Oktober–1 November 2025.

“Fasilitator Destana ini sebagai pendamping di desa untuk menggerakkan program-program di dalam Destana, dan mempercepat strategi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, di Balangan pada Sabtu (01/11/2025).

Ia juga menegaskan, bahwa peran fasilitator sebagai ujung tombak penguatan ketangguhan desa.

“Fasilitator harus mampu menjembatani kebijakan dengan kebutuhan masyarakat, agar upaya pengurangan risiko bencana benar-benar menyentuh desa sebagai garda terdepan,” ungkapnya.

Ia berharap Bimtek ini menghasilkan fasilitator tangguh yang siap mendampingi desa, memperkuat kelembagaan lokal, serta memastikan rencana aksi komunitas berjalan efektif.

Sementara itu, Sufriannor menambahkan, setiap daerah memiliki potensi bencana dengan karakter yang berbeda-beda, termasuk di Kabupaten Balangan.

“Setiap wilayah atau daerah di Indonesia memiliki potensi bencana dengan karakter kebencanaan yang berbeda-beda, termasuk di Kabupaten Balangan, karena berbagai faktor penyebab, baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun non alam,” ujarnya.

Berdasarkan kajian risiko bencana, Balangan rawan terhadap banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, serta tanah longsor.

“Sebagai wilayah yang rawan bencana, maka banyak pula yang berpotensi menjadi korban. Korban yang langsung terkena adalah masyarakat. Maka upaya-upaya peningkatan kapasitas dan pengetahuan masyarakat akan bencana sangatlah penting untuk disadartahukan dan dipicu untuk bekerja sama antar sesama masyarakat,” bebernya.

Ia menekankan pentingnya masyarakat tangguh bencana, yakni yang mampu beradaptasi dan cepat bangkit setelah terdampak.

“Saya mengharapkan peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik, agar strategi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat menjadi lebih cepat tercapai dan indikator terpenuhi, sehingga masyarakat di daerah rawan bencana dapat lebih siap bahkan dapat hidup harmonis dengan bencana,” tandasnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, yaitu Melissa Aprilia, Dyna Simanjuntak, dan Muhamad Rusli, untuk memberikan materi teknis dan pengalaman pengelolaan bencana berbasis komunitas.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah