KALSEL, REPORTASE9.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya riset dan inovasi di daerah.
Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah dengan menyelenggarakan Presentasi 10 Besar Lomba Karya Tulis Ilmiah, yang berlangsung di Aula BRIDA Kalsel, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kalsel Innovation Award 2025, ajang penghargaan yang diberikan kepada para pelaku inovasi dari berbagai bidang, mulai dari riset hingga penulisan ilmiah.
Kepala BRIDA Provinsi Kalsel, Thaufik Hidayat melalui Sekretaris BRIDA, Hadi Safitri menegaskan, kegiatan ini tidak hanya sekadar lomba, melainkan juga wadah pembinaan generasi muda agar terbiasa berpikir kritis dan menulis secara ilmiah.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian dari lomba Kalsel Innovation Award yang diselenggarakan oleh BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menulis, terutama bagi mahasiswa dan pelajar di bidang karya tulis ilmiah,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini penting sebagai upaya jangka panjang membentuk ekosistem riset yang kuat di daerah. Selain itu, lomba ini juga merupakan wadah penting untuk mengoptimalkan potensi menulis ilmiah serta mendorong lahirnya karya dalam bentuk buku-buku ilmiah maupun fiksi, khususnya di bidang sains.
Ia berharap, dari ajang seperti ini akan lahir penulis-penulis muda yang tidak hanya produktif, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi pembangunan Kalsel.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul penulis-penulis ilmiah muda yang handal, yang karyanya dapat dimanfaatkan di masa mendatang dan menginspirasi generasi berikutnya untuk terus berinovasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Inovasi BRIDA Kalsel, Indra Abdillah menjelaskan, pelaksanaan presentasi dilakukan secara daring untuk memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalsel.
“Peserta tersebar di seluruh Kalsel, mulai dari Kabupaten Tanah Laut, Kota Banjarmasin, hingga Kabupaten Tabalong. Agar pelaksanaannya efektif, presentasi peserta dilakukan secara daring melalui Zoom, sementara tim juri tetap melakukan penilaian secara luring di kantor BRIDA,” jelasnya.
Adapun proses penjurian melibatkan empat orang juri, terdiri dari dua akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Fahrianoor dan Muhammad Abdan Shadiqi, serta dua perwakilan BRIDA Kalsel, Hartiningsih dan M. Arief Anwar. Dari tahap ini akan terpilih tiga karya terbaik yang akan diumumkan bersamaan dengan Penganugerahan Kalsel Innovation Award 2025.
Melalui ajang ini, BRIDA Kalsel berharap dapat memperkuat sinergi antara lembaga penelitian, dunia akademik, dan masyarakat dalam menciptakan generasi muda yang inovatif dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah.















Comments