BANJAR, REPORTASE9.ID – Menjelang pelaksanaan momen 5 Rajab, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar memastikan bahwa stok pangan, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Hal ini disampaikan Kepala DKPP Banjar, Sipliansyah Hartani saat diwawancarai awak media diruang kerjanya, Jumat (14/11/2025) kemarin.
“Insya Allah ketersediaan pangan kita cukup. Produksi padi tahun 2024 kemarin mengalami peningkatan, dan total produksinya melebihi kebutuhan konsumsi masyarakat Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Badan Pusat Statistik, Kabupaten Banjar masih memiliki cadangan pangan sekitar 28.000 ton, yang diperkirakan aman hingga Juli 2026. Cadangan tersebut bahkan belum termasuk hasil produksi tahun 2025, karena rekapitulasi baru akan dilakukan tahun depan.
Di sisi harga, Ia menyebutkan, belum ada kenaikan yang signifikan. Meski memasuki musim tanam dan permintaan beras meningkat, stok yang masih tersedia membuat harga relatif stabil.
“Ada sedikit kenaikan karena permintaan banyak, tetapi tidak signifikan. Insya Allah sampai akhir tahun masih aman dan tercukupi,” ungkapnya.
Namun, jika nantinya terjadi lonjakan harga yang cukup tinggi, DKPP sudah menyiapkan langkah mitigasi melalui Gerakan Pangan Murah.
“Kalau nanti ada kenaikan yang cukup signifikan, kita akan melaksanakan gerakan pangan murah untuk meringankan masyarakat. Kita juga akan mengeluarkan beras bersubsidi dan meminta Bulog menyalurkan beras SPHP,” jelasnya.
Dengan ketersediaan pangan yang melimpah dan langkah antisipatif yang sudah disiapkan, DKPP Banjar yakin kebutuhan masyarakat, termasuk menjelang momen 5 Rajab, dapat terpenuhi dengan baik.










Comments