BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Di bawah kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, kota yang berjuluk Kota Kreatif itu kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Melalui inovasi di bidang kesehatan, Banjarbaru berhasil meraih Apresiasi PENARI Tertinggi ke-2 Nasional.
Kota ini juga meraih Predikat Terbaik ke-2 Nasional untuk pencapaian cakupan Imunisasi Kejar MR, dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penghargaan Nasional seperti ini adalah bukti dari usaha keras dan dedikasi semua pihak.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Imunisasi Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, MKM. Beliau mewakili Menteri Kesehatan pada acara puncak PENARI 2025 di Balai Kartini Jakarta, Senin (8/12/2025).
Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Beliau sekaligus mendorong semangat tenaga kesehatan untuk terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Meraih Penghargaan Nasional menjadi motivasi kuat untuk memberikan layanan yang semakin baik.

“Alhamdulillah, sebanyak 475 dari 514 kabupaten/kota berpartisipasi dalam PENARI dalam rangka HKN ke-61 Tahun 2025. Program ini menjadi ajang apresiasi bagi daerah dan tenaga kesehatan yang menunjukkan kinerja terbaik dalam percepatan imunisasi. Banjarbaru berhasil meraih peringkat kedua nasional,” ujar Wali Kota.
Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Banjarbaru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Khususnya imunisasi dan perlindungan anak dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Pencapaian ini adalah contoh dari Penghargaan Nasional yang diraih dengan kerja keras dan dedikasi.
“Ke depan, pemerintah akan terus meningkatkan kinerja agar kualitas kesehatan masyarakat semakin terjamin,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Juhai Tri Agustina, menjelaskan bahwa imunisasi merupakan intervensi kesehatan paling efektif dan efisien untuk mencegah PD3I.
“Hingga Desember 2024, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dengan tercatatnya 973.378 anak zero dose. Selain itu, ada 746.132 anak dengan imunisasi tidak lengkap. Namun Banjarbaru terus berupaya meningkatkan cakupan melalui berbagai strategi,” jelasnya.
Salah satu langkah strategis tersebut adalah menjalankan program Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) sesuai dengan KMK No. HK.01.07/MENKES/1056/2024.
“Tujuan utama program ini adalah mencapai cakupan imunisasi yang tinggi, merata, dan berkualitas di seluruh Indonesia,” pungkasnya. Penghargaan Nasional yang diraih menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program ini.















Comments