DaerahKabupaten Banjar

Jelang 5 Rajab dan Nataru, DKUMPP Banjar Sebut Sejumlah Harga Bapokting Naik, Stok Aman

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Menjelang peringatan 5 Rajab dan Natal–Tahun Baru 2025 (Nataru), harga sejumlah bahan pokok di pasaran Kabupaten Banjar mulai mengalami kenaikan. Meski demikian, ketersediaan stok bahan pokok dipastikan masih dalam kondisi aman.

Kasi Pengendalian Bahan Pokok Penting (Bapokting), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Banjar, Hj. Elok Yuli Suriyanti melalui Pelaksana Petugas Monitoring, Abdurrahim mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas, terutama sayur-mayur dan bahan pangan segar.

“Untuk cabai rawit, yang sebelumnya berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram, saat ini sudah mencapai Rp90 ribu per kilogram. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (19/12/2025).

Selain cabai rawit, harga daging sapi segar juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp155 ribu per kilogram, kini naik menjadi sekitar Rp160 ribu per kilogram, atau meningkat Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga bawang merah justru mengalami penurunan. Dari yang sempat menyentuh Rp60 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram di Pasar Martapura.

“Penurunan harga bawang merah ini disebabkan stok di pedagang cukup banyak. Alhamdulillah, pasokannya aman,” ungkapnya.

Untuk komoditas lainnya seperti telur ayam, harga masih terpantau stabil di kisaran Rp31 ribu per kilogram dengan ketersediaan stok yang mencukupi. Begitu pula bahan pokok lain seperti gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu yang hingga kini belum mengalami kenaikan harga.

Abdurrahim menegaskan, berdasarkan hasil pemantauan di gudang-gudang pedagang, stok bahan pokok secara umum masih aman dan diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Meski demikian, potensi kenaikan harga tetap ada seiring meningkatnya permintaan menjelang hari-hari besar keagamaan.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga dan meringankan beban masyarakat, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, khususnya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar.

Salah satu langkah yang telah dilakukan DKUMPP Banjar adalah menggelar pasar murah.

“Pasar murah ini bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang momen-momen besar,” jelasnya.

Namun, untuk akhir tahun ini, pelaksanaan pasar murah difokuskan di wilayah Sekumpul karena keterbatasan anggaran dan kuota kegiatan. Pihaknya berencana melanjutkan kembali program pasar murah pada tahun 2026 mendatang.

“Insya Allah tahun depan kita lanjutkan lagi. Harapannya, dengan langkah ini tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah