KALSEL, REPORTASE9.ID – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel Muhammad Syarifuddin sampaikan arahan strategis dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana Banjir, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor di Command Center Pemprov Kalsel pada Selasa (30/12/2025).
Dalam rapat yang digelar secara virtual ini, Sekda Syarifuddin menegaskan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam seluruh kebijakan penanganan bencana.
“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto). Ego sektoral antarinstansi harus dibuang demi penanganan yang cepat dan tepat,” tegasnya.
Syarifuddin mengatakan Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran melakukan evaluasi cepat dan menyeluruh terhadap bencana banjir dan banjir bandang yang terjadi pada 27 Desember 2025.
Evaluasi mencakup kecepatan evakuasi, distribusi bantuan, serta memastikan tidak ada warga yang terisolasi tanpa dukungan logistik.
Selain itu, pemerintah daerah diminta segera memetakan kembali fasilitas dan infrastruktur yang rusak dan terdampak sebagai dasar percepatan pemulihan.
“Berdasarkan data sementara, bencana tersebut berdampak pada 8 daerah, yaitu Balangan, Banjar, Tabalong, Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU), Banjarbaru, dan Tanah Laut,” katanya.
Tercatat 16.999 kepala keluarga atau 50.585 jiwa terdampak, dengan 1.166 jiwa mengungsi dengan sebanyak 7.431 rumah terendam dan 14 rumah rusak, serta puluhan fasilitas publik turut terdampak, meliputi 33 sekolah, 30 rumah ibadah, 4 fasilitas layanan kesehatan, 20 fasilitas umum, dan 2 pasar.
Syarifuddin juga secara khusus memerintahkan Banjarbaru, Banjar, HST, HSU, dan Balangan yang telah menetapkan status siaga darurat agar mengaktifkan posko komando 24 jam dengan kesiapan personel penuh.
“Daerah lainnya diminta tetap siaga dan segera menetapkan status darurat apabila kondisi memburuk. Seluruh peralatan evakuasi seperti perahu karet, tenda pengungsian, dan perlengkapan darurat harus sudah berada di titik rawan guna mempercepat waktu respons,” tuturnya.
Mengacu pada data BMKG, seluruh kepala daerah diwajibkan memantau peringatan dini cuaca setiap jam dan menekankan pengawasan ekstra pada debit sungai utama, antara lain Barito, Martapura, Riam Kiwa, Balangan, Tabalong, dan Amandit, serta sungai-sungai lainnya secara berkala mengingat sejarah banjir besar Kalsel pada Januari 2021
Pemerintah daerah diminta memastikan stok logistik pangan minimal mencukupi dua minggu ke depan. Dinas Kesehatan juga diperintahkan menyiagakan obat-obatan dan tim medis keliling guna mengantisipasi penyakit pasca-banjir seperti leptospirosis, diare, dan penyakit kulit.
“Seluruh informasi kebencanaan harus disampaikan melalui satu pintu, yakni BPBD, untuk menghindari hoaks,” ujar Syarifuddin. (Sumber : MC Kalsel)















Comments