Berita UtamaKota BanjarbaruNasional

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Fokus Putus Rantai Kemiskinan

0

BANJARBARU,REPORTASE9.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan secara nasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi, pada kegiatan yang dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional IV Kalimantan, Senin (12/1/2026).

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mengatakan, keluarga besar Sekolah Rakyat bersyukur atas kehadiran Presiden Prabowo dalam peresmian tersebut.

“Hari ini kami bersyukur Bapak Presiden hadir membersamai kami semua dalam peresmian 166 Sekolah Rakyat seluruh Indonesia,” ujar Mensos.

Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang terjangkau dan berpihak pada kelompok tidak mampu.

Menurutnya, 166 Sekolah Rakyat tersebut telah beroperasi secara bertahap sejak Juli 2025 dan kini tersebar di 131 kabupaten/kota. Sekolah-sekolah itu telah menampung lebih dari 15 ribu siswa, ribuan guru, serta tenaga kependidikan.

Mensos menjelaskan bahwa sebagian besar siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan kondisi sangat rentan. Sekitar 60 persen orang tua bekerja sebagai buruh harian, kuli bangunan, dan pekerjaan serabutan dengan penghasilan tidak tetap. Banyak di antaranya belum pernah sekolah, putus sekolah, bahkan telah bekerja di usia sangat muda.

Ia menegaskan, proses seleksi siswa dilakukan secara ketat dan berbasis verifikasi lapangan bersama pendamping sosial, dinas sosial daerah, dan BPS.

“Tidak ada titip-menitip. Tidak boleh ada sogok menyogok atau suap menyuap. Sekolah Rakyat benar-benar diperuntukkan bagi mereka yang paling membutuhkan,” tegasnya.

Sekolah Rakyat, lanjut Mensos, tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan formal, tetapi juga membangun ekosistem perlindungan, pemulihan, dan pemberdayaan. Siswa mendapatkan pemeriksaan kesehatan, pemenuhan gizi, tiga kali makan sehari, pendampingan psikologis, serta pendidikan berasrama yang membentuk kedisiplinan, kemandirian, dan karakter.

Selama enam bulan berjalan, pemerintah mencatat perubahan signifikan pada kesehatan fisik, mental, dan akademik siswa. Berat badan dan tinggi badan meningkat, anemia menurun, anak lebih disiplin, percaya diri, dan kembali bersemangat belajar.

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja seluruh pihak dalam mewujudkan Sekolah Rakyat.

“Ini langkah terobosan dan langkah berani. Saya terharu melihat dampak nyata bagi anak-anak kita,” ujar Presiden.

Prabowo menegaskan bahwa tujuan bernegara adalah membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama kelompok paling bawah, bukan hanya segelintir orang.

“Pertumbuhan ekonomi harus disertai pemerataan. Kita harus melindungi rakyat dari kemiskinan, kelaparan, penderitaan, dan penyakit,” kata Prabowo.

Kepada para siswa Sekolah Rakyat, Presiden berpesan agar tidak minder dengan latar belakang keluarga.

“Jangan kecil hati meski orang tua hanya buruh, petani, atau pemulung. Mereka mulia, bekerja keras dan halal. Hormati orang tuamu,” ujarnya.

Sekolah Rakyat dirancang berkelanjutan, tidak hanya sampai jenjang sekolah, namun juga mengarahkan lulusan untuk melanjutkan pendidikan tinggi, bekerja terampil, atau berwirausaha. 

Pemerintah juga memberikan intervensi kesejahteraan keluarga melalui jaminan kesehatan, perbaikan rumah tidak layak huni, bantuan sosial, dan pemberdayaan ekonomi. Program ini diharapkan menjadi jembatan masa depan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Berita Utama