KALSEL, REPORTASE9.ID – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Sekda Kalsel) M. Syarifuddin, sampaikan rasa syukur atas kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke Kalsel dalam rangka peresmian groundbreaking program sekolah rakyat di Banjarbaru pada Senin (12/1/2026).
Ia mengungkapkan, Provinsi Kalsel mendapat tiga lokasi pelaksanaan program tersebut, yakni di Banjarbaru, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Barito Kuala.
Program ini dinilai sebagai langkah strategis pemerintah pusat dalam upaya mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Alhamdulillah, Kalimantan Selatan dipercaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program nasional ini. Tadi juga disampaikan langsung oleh Bapak Presiden bagaimana program-program ini diarahkan agar anak-anak yang tidak mampu tetap bisa bersekolah,” kata Syarifuddin.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalsel siap melaksanakan dan mendukung penuh seluruh program nasional yang telah dicanangkan, serta juga siap membackup pemerintah kabupaten/kota agar pelaksanaannya berjalan optimal.
“Kami siap melaksanakan program-program nasional dan membackup provinsi serta kabupaten/kota, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Selain berdampak pada sektor pendidikan dan sosial, Syarifuddin menilai kunjungan Presiden juga memberikan efek positif terhadap perekonomian daerah.
Di mana tingkat hunian penginapan meningkat, sektor transportasi dan kuliner bergerak, serta memberi peluang besar bagi pelaku UMKM.
“Dari sisi ekonomi jelas sangat berdampak. Penginapan penuh, transportasi dan makanan bergerak, UMKM juga ikut merasakan manfaatnya. Mudah-mudahan ke depan Kalimantan Selatan bisa terus menjadi tuan rumah berbagai kegiatan kenegaraan dan ekonomi,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga didampingi sejumlah menteri kabinet, termasuk Menteri Sosial dan Menteri PUPR, dimana salah satu isu yang turut menjadi perhatian adalah penanganan banjir di Kalsel.
Syarifuddin menyebutkan, proyek pengendalian banjir Riam Kiwa menjadi fokus utama dan diharapkan mampu mengatasi sekitar 70 persen persoalan banjir di wilayah terdampak sehingga ditargetkan rampung pada 2027.
“Insya Allah dua tahun ke depan bisa selesai. Progresnya sudah mulai berjalan dengan baik, dan mudah-mudahan nantinya banjir bisa teratasi,” tutupnya. (Sumber : MC Kalsel)















Comments