BANJARMASIN, REPORTASE9.ID – Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Tim Penggerak PKK bergerak cepat memastikan kesehatan dan kebutuhan dasar warga terdampak banjir di RT 06 dan RT 14 Kelurahan Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Timur.
Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani bersama Plt Camat Banjarmasin Timur dan Lurah Pemurus Luar beserta jajaran, meninjau langsung kondisi warga terdampak sekaligus menyalurkan bantuan pada Kamis (15/1/2026).
“Yang kami rasakan sekarang bukan cuma rumah tergenang, tapi penyakit kulit dan demam mulai muncul,” ujar salah satu warga terdampak, menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat akibat banjir yang berlangsung dari beberapa hari.
Dalam rilis pada Jumat (16/1/2026), Neli Listriani yang juga sebagai Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin ini dalam kesempatan tersebut menyalurkan obat-obatan seperti obat kutu air (balancat), parasetamol, serta vitamin.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menyerahkan bantuan logistik untuk membantu memenuhi kebutuhan harian warga selama masa banjir.
Neli Listriani menyampaikan perhatian pemerintah tidak berhenti pada pemantauan banjir, tetapi berlanjut pada upaya perlindungan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat agar dampak lanjutan pascabanjir dapat ditekan.
“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menghadirkan pelayanan yang responsif dan humanis, sekaligus memastikan warga terdampak banjir mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan hingga kondisi kembali normal,” pesannya.
Ia menegaskan Pemko Banjarmasin terus hadir untuk memastikan kesehatan dan keselamatan warga tetap terjaga, sekaligus mendorong penanganan banjir yang lebih terencana melalui penguatan koordinasi lintas perangkat daerah.

Pada hari yg sama, Neli Listriani bersama Plt Camat Banjarmasin Timur dan Lurah Banua Anyar juga meninjau langsung kawasan terdampak banjir pasang (rob) di RT 01 Kelurahan Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, sekaligus menyalurkan bantuan logistik serta obat-obatan bagi warga.
Banjir pasang yang terjadi menyebabkan genangan air setinggi lutut orang dewasa pada sore hingga malam hari.
Kondisi tersebut berdampak pada tiga rumah dan satu bangunan kontrakan dengan total empat kepala keluarga atau sekitar 15 jiwa yang bermukim di kawasan tersebut.
“Kalau hujan dan air pasang datang bersamaan, genangan bisa setinggi lutut orang dewasa dan surutnya cukup lama,” ujar seorang warga, menggambarkan kondisi banjir yang kerap berulang di lingkungan tempat tinggalnya.
Sementara itu, Lurah Banua Anyar, Andhika Dwitama menyampaikan kondisi teknis di lapangan secara rinci.
“Di RT 01 ini ada tiga rumah dan satu kontrakan yang terdampak, totalnya empat kepala keluarga. Airnya lambat surut karena posisi permukiman lebih rendah dari jalan aspal. Selain itu, diameter drainase kecil, sementara volume air cukup banyak, sehingga air sulit mengalir dan bertahan lebih lama,” jelasnya.
Andhika berharap ke depan gang bisa ditinggikan, baik melalui pengaspalan maupun pengecoran, dan dibangunkan drainase berupa gorong-gorong agar air yang menggenang bisa lebih cepat surut.
Pemerintah Kota Banjarmasin menyiapkan langkah penanganan secara bertahap, antara lain melalui perbaikan infrastruktur lingkungan dan peningkatan sistem drainase, sebagai bagian dari upaya membangun kawasan permukiman yang lebih aman, sehat, dan tangguh terhadap banjir pasang. (Sumber : Prokom Banjarmasin)















Comments