Daerah

BPTPH Kalsel Data Dampak Banjir Terhadap Lahan Pertanian

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Banua sejak akhir 2025 hingga Januari 2026 mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel).

Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan (BPTPH Kalsel) terus melakukan inventarisasi dan pemantauan intensif terhadap dampak banjir tersebut, khususnya pada sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

Dalam rilis pada Sabtu (24/1/2026), Kepala BPTPH Kalsel, Lestari Fatria Wahyuni mengatakan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel telah diterjunkan langsung ke lapangan.

Langkah ini dilakukan untuk mendata secara rinci luasan lahan pertanian yang terdampak banjir sebagai dasar penanganan dan pemberian bantuan bagi petani.

“Petugas POPT kami yang ada di seluruh kabupaten dan kota sudah melakukan inventarisasi kejadian banjir sejak akhir tahun 2025 sampai Januari 2026. Pendataan ini penting sebagai dasar penanganan dan bantuan bagi petani yang terdampak,” ujarnya pada Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan hasil pendataan sepanjang tahun 2025, Lestari menjelaskan total lahan pertanian yang terdampak banjir di Kalsel mencapai lebih dari 11.000 hektare dan dari luasan tersebut, sekitar 7.000 hektare tercatat mengalami puso atau gagal panen.

“Untuk tahun 2025, total lahan pertanian yang terdampak banjir mencapai lebih dari 11 ribu hektare, dan yang mengalami puso kurang lebih 7 ribu hektare,” jelasnya.

Sementara itu, memasuki tahun 2026 hingga Januari, banjir kembali berdampak pada sektor pertanian dengan luasan terdampak mencapai sekitar 1.400 hektare lebih.

Namun demikian, untuk penetapan status puso pada tahun 2026 masih dalam tahap pengamatan, mengingat sebagian besar tanaman masih berada pada fase awal pertumbuhan atau tahap tanam.

“Untuk tahun 2026, sementara tercatat sekitar 1.400 hektare lebih lahan pertanian terdampak banjir. Untuk status puso masih terus kami pantau karena sebagian tanaman masih berada pada fase tanam, sehingga belum bisa ditetapkan,” ungkapnya.

Lestari menambahkan, BPTPH Kalsel terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel serta pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan percepatan pendataan, verifikasi lapangan, dan penanganan yang tepat bagi petani terdampak banjir.

Lebih lanjut, ia menyampaikan Pemerintah Provinsi Kalsel melalui DPKP akan hadir memberikan bantuan kepada petani yang terdampak, baik melalui dukungan anggaran dari APBN maupun APBD, sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan hasil verifikasi data di lapangan.

“Pemprov Kalsel akan hadir membantu petani yang terdampak banjir. Bantuan akan disalurkan melalui skema APBN maupun APBD, sesuai dengan ketentuan dan hasil verifikasi data di lapangan,” kata Lestari.

Melalui upaya inventarisasi, pemantauan, dan pendampingan yang terus dilakukan, BPTPH Kalsel berharap dampak banjir terhadap sektor pertanian dapat diminimalkan.

“Selain itu, petani diharapkan dapat segera kembali melakukan kegiatan tanam guna menjaga keberlanjutan produksi pangan dan ketahanan pangan daerah di Kalimantan Selatan,” tutup Lestari. (Sumber : MC Kalsel)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah