Kabupaten BanjarPendidikan

Disdik Banjar Verifikasi Kerusakan Sekolah Pascabanjir, KBM Dipastikan Normal

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) tengah melakukan verifikasi menyeluruh terhadap bangunan sekolah yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya dari penanganan pascabencana untuk memastikan kondisi sarana pendidikan tetap aman dan layak digunakan oleh para siswa dan siswi.

Berdasarkan data awal yang dihimpun melalui laporan daring satuan pendidikan, tercatat sebanyak 117 sekolah melaporkan terdampak banjir. Seluruh laporan tersebut saat ini masih dalam tahap desk atau verifikasi oleh tim teknis Disdik Kabupaten Banjar.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdik Banjar, Mahriansyah mengatakan, proses verifikasi dilakukan guna memastikan tingkat kerusakan bangunan, mulai dari kategori ringan, sedang hingga berat.

“Data yang masuk masih bersifat laporan awal. Sekarang kami lakukan verifikasi untuk melihat langsung kondisi kerusakan di lapangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (26/01/2026).

Ia menjelaskan, hasil sementara menunjukkan mayoritas kerusakan yang dialami sekolah masih tergolong ringan. Hingga saat ini belum ditemukan bangunan dengan kategori rusak berat, mengingat sebagian besar sekolah di Kabupaten Banjar telah menggunakan struktur semi permanen yang relatif lebih tahan terhadap genangan banjir.

Meski demikian, Disdik Banjar memberi perhatian khusus terhadap sekolah yang masih menggunakan material kayu. Selain itu, kerusakan struktural seperti lantai yang terangkat akibat terendam air juga menjadi fokus penilaian lanjutan.

“Ada beberapa bangunan kayu dan laporan lantai terangkat. Ini yang akan kami cermati lebih lanjut apakah masuk kategori sedang atau berat,” tambahnya.

Pendataan tidak hanya mencakup kondisi bangunan, tetapi juga sarana pendukung pembelajaran, seperti meja dan kursi yang rusak atau tidak lagi layak digunakan. Seluruh data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan usulan pengadaan dan rencana perbaikan.

Disdik Banjar menargetkan proses pendataan detail beserta estimasi kebutuhan anggaran dapat diselesaikan dalam waktu satu pekan.

Terkait pembiayaan, pemerintah daerah akan mengusulkan perbaikan melalui berbagai skema, baik melalui pemerintah pusat maupun APBD Kabupaten Banjar, termasuk pada APBD Perubahan.

“Perbaikan akan dilakukan bertahap berdasarkan skala prioritas, terutama yang berkaitan dengan keselamatan siswa dan potensi risiko bangunan,” tegasnya.

Sementara itu, Ia juga memastikan aktivitas kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Banjar telah kembali berjalan normal pascabanjir.

“Saat banjir sempat dilakukan pembelajaran jarak jauh. Sekarang, sekolah sudah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka setelah kondisi dinilai aman,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like