BANJAR, REPORTASE9.ID – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar mengambil langkah proaktif dalam mengamankan produksi pangan daerah dari ancaman hama dan penyakit.
Melalui Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian, Distan Banjar mengumpulkan para petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) serta Pengamat Hama Penyakit (PHP) di Aula Distan pada Rabu (28/1/2026).
Fokus utama dalam pertemuan kali ini adalah sosialisasi SIFORTUNA (Sistem Informasi Forecasting OPT Nasional), yang mana platform ini merupakan terobosan digital yang berfungsi sebagai media diseminasi informasi prakiraan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).
Dengan teknologi peramalan yang akurat, SIFORTUNA memungkinkan para petugas dan petani untuk “melihat masa depan” terkait potensi serangan hama sebelum kerusakan meluas di area persawahan maupun ladang.
Aplikasi ini sebagai wujud komitmen Balai Besar Peramalan (BBPOPT) dalam rangka peningkatan pelayanan peramalan OPT, agar informasi prakiraan serangan OPT mudah diakses dan digunakan secara luas oleh masyarakat.
Dalam rilis pada Jumat (30/1/2026), Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian, Imelda Rosanty berharap kehadiran SIFORTUNA menjadi kompas bagi para petani komoditas tanaman pangan, mulai dari padi, jagung, kedelai, hingga aneka kacang dan umbi (akabi).
“Melalui data yang tersaji secara real-time, para petugas POPT dapat memberikan rekomendasi tindakan preventif yang lebih presisi kepada kelompok tani. Hal ini krusial untuk menekan biaya operasional akibat penggunaan pestisida yang berlebihan sekaligus menjaga stabilitas suplai pangan di Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Pertemuan ini juga untuk memetakan potensi ancaman hayati yang dapat mengganggu produktivitas lahan petani.
“Mengingat tantangan iklim yang kian dinamis, sinergi para detektif hama ini diharapkan mampu menghasilkan sistem deteksi dini yang lebih akurat dan responsif di lapangan,” katanya.
Imelda Rosanty menambahkan, meski saat ini cuaca masih didominasi panas terik, ia menekankan untuk meningkatkan kewaspadaan seiring munculnya siklus hujan yang diprediksi kembali.
“Fenomena cuaca yang fluktuatif ini diharapkan tetap berada dalam batas normal agar tidak memicu banjir, namun para petugas di lapangan diminta tetap sigap melaporkan setiap kejadian,” terangnya.
Melalui sinergi ini, Distan Banjar sambung Imelda berharap para petugas POPT PHP dapat menjadi lebih responsif dalam mendampingi petani.
“Kehadiran mereka di garis depan diharapkan mampu memberikan solusi teknis yang adaptif terhadap perubahan iklim,” terangnya. (Sumber : Media Center Banjar)










Comments