KALSEL, REPORTASE9.ID – Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan (BPS Kalsel) perkirakan realisasi luas panen padi berdasarkan hasil Survei KSA sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 290.332 hektare, atau mengalami peningkatan sebesar 44.220 hektare (17,97 persen) dibandingkan 2024 yang sebesar 246.112,42 hektare.
Hal ini disampaikan Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif di Banjarbaru dalam press release yang diterima pada Minggu (8/2/2026).
“Puncak panen padi pada 2025 mengalami pergeseran ke Bulan September, dari sebelumnya terjadi pada Agustus 2024. Luas panen padi pada September 2025 adalah sebesar 65.437 hektare, sedangkan pada Agustus 2024 luas panen padi mencapai 64.245 hektare,” terang Mukhanif.
Dikatakannya, potensi luas panen padi pada Januari−Maret 2026 diperkirakan mencapai 20.441,50 hektare, atau mengalami peningkatan sekitar 5.575,06 ribu hektare (37,50 persen) dibandingkan luas panen padi pada Januari−Maret 2025 yang sebesar 14.866,44 hektare.
“Produksi padi di Kalimantan Selatan sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 1.366.858,43 ton GKP, atau mengalami peningkatan sebanyak 173.584,63 ton GKP (14,55 persen) dibandingkan 2024 yang sebesar 1.193.273,80 ton GKP,” katanya.
Mukhanif menyebutkan Produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada bulan September, yaitu sebesar 282.077 ton GKP sementara produksi terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sekitar 2.258 ton GKP.
“Potensi produksi padi pada Januari−Maret 2026 diperkirakan mencapai 102.478 ton GKP, atau mengalami peningkatan sekitar 28.090 ton GKP (37,76 persen) dibandingkan produksi padi pada Januari−Maret 2025 yang sebesar 74.388 ton GKP,” tutur Mukhanif. (Sumber : MC Kalsel)










Comments