KALSEL, REPORTASE9.ID – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) gelar rapat koordinasi membahas persiapan dan pendalaman materi Arsitektur Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) Subnas Kalsel pada Senin (9/2/2026).
Dalam rilis pada Selasa (10/2/2026), Kepala Dishut Kalsel Fathimatuzzahra mengungkapkan kegiatan yang dihadiri oleh para pejabat eselon III dan IV di lingkungan Dishut Kalsel tersebut fokus membahas penyusunan materi paparan yang diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan referensi strategis bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov Kalsel).
“Rekomendasi tersebut nantinya akan menjadi salah satu bahan utama dalam penyusunan Arsitektur REDD+ Subnas Kalimantan Selatan. Materi yang disiapkan direncanakan akan dipaparkan dalam kunjungan kerja ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi serta kepada pengelola Program BioCarbon Fund (BioCF),” katanya.
Dalam arahannya, Fathimatuzzahra juga menekankan pentingnya sinergi dan keselarasan antar bidang dalam menyiapkan materi yang komprehensif dan berbasis data, karena kolaborasi internal menjadi kunci dalam menghasilkan rekomendasi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan daerah.
“Rapat koordinasi ini merupakan forum strategis untuk menyatukan persepsi serta menyiapkan materi yang komprehensif sebagai rekomendasi bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam penyusunan Arsitektur REDD+ Subnas Kalimantan Selatan. Selain itu, kepada pejabat eselon III dan IV yang baru dilantik agar segera menyusun dan melaksanakan program kerja sesuai dengan tujuan Dinas Kehutanan serta sejalan dengan visi dan misi Gubernur Kalimantan Selatan,” tegasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Fathimatuzzahra berharap Dishut Kalsel dapat memperkuat kesiapan substansi dan kapasitas kelembagaan dalam mendukung implementasi REDD+ secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang akses pendanaan guna mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) di Kalsel. (Sumber : MC Kalsel)










Comments