BANJARBARU, REPORTASE9.ID –Di Hari Ulang Tahun ke-49 SMA Negeri 2 Banjarbaru menjadi momentum reflektif atas perjuangan institusi pendidikan tersebut dalam membangun generasi unggul di Banjarbaru.
Di usia yang hampir setengah abad ini, SMAN 2 Banjarbaru menegaskan komitmennya terhadap pembaruan sistem pendidikan dengan meluncurkan inovasi digital berupa aplikasi e-Lapor. Inovasi ini hadir sebagai instrumen pelaporan yang terstruktur, sekaligus sarana deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang muncul di lingkungan sekolah.
Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari, yang juga merupakan alumni SMAN 2 Banjarbaru, menilai usia 49 tahun mencerminkan fase kematangan sebuah lembaga pendidikan yang telah melewati berbagai dinamika dan tantangan zaman.

“Perjalanan SMAN 2 sudah panjang dan penuh warna. Di usia ke-49 ini tentu ada banyak capaian yang patut dibanggakan, namun tetap ada ruang yang harus diperkuat, khususnya sistem yang mampu mengidentifikasi persoalan siswa sejak dini,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Menurut Emi, kehadiran aplikasi e-Lapor menjadi langkah progresif yang patut diapresiasi. Ia memandang aplikasi tersebut sebagai ruang aman yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan keluhan, keresahan, maupun persoalan pribadi secara lebih tertata dan terlindungi.
“Ini bisa menjadi instrumen deteksi dini yang efektif, sehingga sekolah dapat merespons lebih cepat dan menjalankan perannya sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk berbagi,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa paradigma pendidikan modern tidak lagi semata bertumpu pada prestasi akademik. Pembentukan karakter dan pendekatan humanis menjadi elemen krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat.
Emi mendorong terbangunnya komunikasi terbuka dan kolaboratif antara guru, orang tua, serta siswa.
Menurutnya, berbagai persoalan remaja seperti perundungan, perkelahian, hingga perilaku menyimpang dapat diminimalkan apabila terdeteksi sejak tahap awal melalui sistem yang responsif.
Kendati demikian, ia mengingatkan pentingnya pengelolaan aplikasi e-Lapor secara profesional dan penuh kehati-hatian, khususnya dalam menjaga kerahasiaan identitas pelapor.
“Perlindungan identitas siswa harus benar-benar dijamin. Jangan sampai niat baik untuk melapor justru memicu gesekan sosial atau ketidaknyamanan di lingkungan sekolah,” tegasnya.
Emi berharap, transformasi yang terus dilakukan SMAN 2 Banjarbaru dapat mengukuhkan posisinya sebagai sekolah rujukan yang ramah, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam menyediakan ruang aman bagi seluruh peserta didik, tak terkecuali siswa berkebutuhan khusus.
Di akhir pernyataannya, ia turut memberikan masukan terkait penamaan aplikasi tersebut. Menurutnya, penggunaan istilah yang lebih dekat dengan bahasa generasi muda dapat meningkatkan daya tarik dan penerimaan siswa.
“Nama seperti e-Curhat atau istilah lain yang lebih kekinian bisa menjadi alternatif. Dengan begitu, aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelaporan, tetapi juga terasa lebih komunikatif dan akrab bagi siswa,” pungkasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 2 Banjarbaru, Haryono, menjelaskan bahwa dalam rangkaian HUT ke-49 ini juga diluncurkan aplikasi unggulan bertajuk E-Lapor sebagai bagian dari GASAN.
E-Lapor berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, keluhan, saran, dan masukan dari siswa maupun orang tua kepada pihak sekolah. Sistem ini dirancang agar setiap laporan dapat ditangani secara internal, aman, dan terjaga kerahasiaannya.
“Melalui E-Lapor, siswa dan orang tua cukup memindai barcode yang tersedia, kemudian mengisi formulir laporan dan mengirimkannya. Sekolah menjamin kerahasiaan serta perlindungan bagi setiap pelapor,” jelasnya.










Comments