EkonomiNasional

Indonesia Economic Outlook 2026, Pemerintah Siapkan Strategi Lepas Landas Ekonomi Nasional

0

SETKAB, REPORTASE9.ID – Presiden Prabowo Subianto hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta pada Jumat (13/2/2026) yang menjadi forum strategis untuk menyelaraskan visi dan langkah dalam arah kebijakan ekonomi nasional tahun 2026.

Dalam rilis pada Minggu (15/2/2026), Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajarannya pada tahun pertama pemerintahannya.

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, dalam satu tahun terakhir telah banyak pencapaian yang menjadi suatu prestasi yang patut untuk dibanggakan.

“Semua pencapaian kita yang kita harus bangga adalah hasil kerja keras seluruh tim yang saya pimpin. Jadi saudara-saudara di hadapan seluruh Indonesia, saya katakan memang tim saya adalah menurut pendapat saya, menurut keyakinan saya, karena saya pengguna, saya melihat langsung dari dekat, mereka sungguh-sungguh adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia,” ucapnya.

Presiden Prabowo menegaskan arah kebijakan ekonomi nasional yang berpijak pada penguatan fondasi domestik.

Ia mengungkapkan cita-cita untuk menjadi negara maju harus dibangun dengan strategi yang terukur, terutama melalui pengelolaan optimal seluruh sumber daya nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Kita punya cita-cita tinggi, tapi kita punya sikap yang realistis. Yang penting bagi kita adalah kita harus menjaga dan mengelola seluruh kekayaan negara, seluruh sumber daya alam kita dan kita kelola, kita jaga dan kita pergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan kita,” ucapnya.

Prabowo menegaskan penguatan ekonomi nasional harus dimulai dari internal dengan membangun kemandirian dan daya saing, karena Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak lagi bergantung oleh kekuatan eksternal.

“Kita akan buktikan ke seluruh dunia bahwa bangsa Indonesia sekarang, bangsa Indonesia hari ini adalah bangsa Indonesia yang percaya diri, bangsa Indonesia yang paham, bangsa Indonesia yang bertekad untuk berdiri di atas kaki kita sendiri, dan kita tidak mau dan tidak akan lagi selalu didikte oleh bangsa lain atau dipermainkan oleh siapapun lagi,” katanya.

Dari sisi indikator ekonomi, Prabowo mengungkapkan berbagai kebijakan yang dijalankan selama satu tahun terakhir menunjukkan dampak nyata.

Ia menyampaikan sejumlah kepala daerah telah memberikan laporan yang menunjukkan adanya peningkatan konsumsi rumah tangga di daerah.

“Mulai berapa hari ini, berapa minggu ini, saya dapat laporan dari kepala-kepala daerah, beberapa gubernur, beberapa bupati, sekarang mereka baru melihat hasil real, dampak real dari berbagai kebijakan kita,” ucapnya.

Selain peningkatan konsumsi, Prabowo juga menyampaikan laporan dari daerah menunjukkan tren penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka, peningkatan jumlah masyarakat bekerja, serta membaiknya rasio gini.

Hal ini sambung mantan Pangkostrad ini menunjukkan seluruh kebijakan ekonomi pemerintah diarahkan semata-mata untuk kepentingan rakyat.

“Kita selalu menghadapi mereka-mereka yang selalu memandang rendah bangsa kita, itu tidak menjadi apa-apa. Itu bagi kita adalah cambuk untuk kita bekerja lebih baik lagi. Kita bekerja untuk rakyat kita, kita bukan bekerja untuk menyenangkan orang lain, kita bekerja untuk rakyat kita,” tandasnya.

Strategi ekonomi berdikari bukan sekadar slogan, melainkan arah kebijakan konkret yang bertumpu pada kekuatan nasional, pemerataan kesejahteraan, serta keberanian mengambil keputusan strategis demi kepentingan rakyat Indonesia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan capaian pemerintah di bidang perekonomian.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara year-on-year, menurut Airlangga tumbuh sebesar 5,11 persen dengan didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh kuat sebesar 4,98 persen.

“Ini mencerminkan stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga, serta peningkatan mobilitas akibat daripada hari besar Nataru dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Tahun 2026, Airlangga menyampaikan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen dengan potensi hingga 5,6 persen.

“Seperti pesawat kita pernah mau take off di tahun ’98 tetapi ada gangguan internasional. Nah sekarang kita akan take off dalam 2 tahun ke depan. Tentu mesin produksi baik itu belanja pemerintah maupun investasi pelaku usaha dan Danantara ini menjadi engine yang harus bergerak secara harmonis,” katanya.

Turut hadir dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yakni para duta besar negara sahabat, para menteri Kabinet Merah Putih, para ekonom, dan akademisi.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga optimisme ekonomi nasional melalui kebijakan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi jangka panjang.

Pemerintah menilai momentum saat ini sebagai titik penting untuk memperkuat daya saing nasional, meningkatkan investasi, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat. (Sumber : setkab.go.id)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Ekonomi