BANJAR, REPORTASE9.ID – Memasuki bulan Ramadan 1447 Hijriah, denyut aktivitas di pasar hewan Kabupaten Banjar mulai terasa lebih ramai dari hari biasa. Pedagang dan pembeli tampak meningkatkan transaksi, terutama untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga. Di tengah tren tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar memastikan pasokan ternak tetap dalam kondisi aman.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian Banjar, drh. Lulu Vila Vardi mengatakan, lonjakan permintaan saat Ramadan dan Idulfitri merupakan siklus tahunan. Namun, peningkatannya tidak setinggi saat perayaan Iduladha.
“Untuk Ramadan dan Idulfitri memang tidak seramai Iduladha karena Iduladha khusus untuk kurban. Kalau Idulfitri ini kita lebih kepada menjaga ketersediaan stok, karena konsumsi harian masyarakat biasanya meningkat,” ujarnya saat dikonfirmasi, jumat (27/02/2026).
Menurutnya, langkah antisipasi telah dilakukan dengan turun langsung ke lapangan guna memantau kondisi riil. Pemantauan tidak hanya menyasar pasar hewan, tetapi juga memastikan distribusi di tingkat peternak dan kelompok ternak berjalan lancar.
“Kami sudah turun ke pasar untuk melihat langsung ketersediaan dan perkembangan harga. Sampai hari ini masih dalam kondisi terkendali,” ungkapnya.
Ia menegaskan, hingga saat ini stok sapi dan kambing dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai Lebaran. Selain itu, suplai daging di pasar tradisional juga terus dipantau agar tidak terjadi kelangkaan.
“Kami optimis Ramadan tahun 2026 ini, baik stok hewan hidup di pasar hewan maupun yang ada di peternak dan kelompok ternak, termasuk stok daging di pasar, insya Allah mencukupi hingga Lebaran,” jelasnya.
Tak hanya soal ketersediaan, pengawasan aspek kesehatan hewan juga menjadi perhatian. Dinas Pertanian memastikan daging yang beredar, baik impor maupun lokal, telah melalui pemeriksaan sesuai ketentuan.
“Kalau daging impor sudah dalam bentuk daging dan tentu sudah melalui pemeriksaan kesehatan. Sedangkan untuk daging lokal dari rumah potong hewan maupun pemotongan ayam di pasar, kami lakukan pengawasan rutin,” tambahnya.
Melalui pengujian sampel secara berkala di laboratorium, pihaknya memastikan produk daging yang dijual bebas dari cemaran dan memenuhi standar higienitas.
“Selain menjamin ketersediaan, kami juga memastikan daging yang beredar sehat, higienis, dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.
Pengawasan berlapis ini dilakukan untuk memberi rasa aman kepada masyarakat selama Ramadan, ketika konsumsi pangan hewani cenderung meningkat.










Comments