EkonomiNasional

Kunci Penguatan Ekonomi Umat, Menag Dorong Pengelolaan Wakaf Produktif

0

KEMENAG, REPORTASE9.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar terus mendorong penguatan pengelolaan wakaf, zakat, infak, dan sedekah sebagai strategi pemberdayaan ekonomi umat.

Hal ini disampaikan dalam siaran langsung Dialog Khusus bersama RRI bertema “Ramadan Nyaman Bersama Kemenag” di Jakarta pada Sabtu (28/02/2026).

Dalam rilis pada Minggu (1/3/2026), Nasaruddin Umar mengatakan potensi dana keumatan di Indonesia sangat besar dan dapat menjadi instrumen penting dalam mengurangi kemiskinan jika dikelola secara optimal.

Selama ini, masyarakat dinilai masih terlalu berfokus pada zakat, padahal wakaf memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih luas dan berkelanjutan.

“Zakat tetap wajib karena bagian dari rukun Islam, tetapi jangan hanya terpaku pada zakat. Wakaf, infak, sedekah, dan berbagai instrumen dana umat lainnya memiliki potensi besar untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya

Nasaruddin Umar menjelaskan, sejumlah negara di Timur Tengah berhasil membangun sektor sosial dan ekonomi melalui pengelolaan wakaf produktif, karena itu model tersebut dinilai relevan untuk dikembangkan di Indonesia, terutama pada momentum Ramadan yang identik dengan meningkatnya kepedulian sosial masyarakat.

Menag juga menyoroti masih besarnya kesenjangan antara potensi dan realisasi penghimpunan zakat nasional, karena berdasarkan perhitungan, potensi zakat di Indonesia diperkirakan mencapai Rp320 triliun per tahun, namun realisasi penghimpunan masih sekitar Rp41 triliun.

Karena itu, Kementerian Agama mendorong penguatan peran lembaga pengelola dana umat, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI), agar lebih optimal melalui diversifikasi program dan peningkatan literasi filantropi keagamaan.

“Kita perlu mendorong kesadaran masyarakat agar menunaikan zakat secara maksimal sekaligus mengembangkan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin Umar menegaskan Ramadan menjadi momentum strategis untuk menggerakkan solidaritas sosial dan kemandirian umat.

Ia berharap penguatan dana keumatan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan kesejahteraan masyarakat.

Menag terus mengajak masyarakat menjadikan bulan suci sebagai titik awal peningkatan kepedulian sosial sekaligus penguatan ekonomi berbasis nilai-nilai keagamaan.

“Jikalau umat Islam mampu memanfaatkan pundi-pundi umat. Terutama, di bulan Ramadan ini. Kemiskinan dari umat bisa diatasi melalui pemanfaatan dana umat itu sendiri,” pungkasnya. (Sumber : kemenag.go.id)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Ekonomi