BANJAR, REPORTASE9.ID – Penguatan peran seni dan budaya di Kabupaten Banjar terus didorong Dewan Kesenian Kabupaten Banjar dengan memanfaatkan momen Ramadan untuk mempertemukan para seniman dan budayawan dalam agenda silaturahmi yang dirangkai buka puasa bersama di Guest House Sultan Sulaiman, Selasa (03/03/2026).
Pertemuan itu bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga ruang konsolidasi internal membahas arah organisasi ke depan, termasuk penguatan kelembagaan dan strategi pembiayaan program.
Ketua Umum Dewan Kesenian Banjar, Rahmat Saleh menyebutkan, komunikasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan, terutama terkait kebutuhan sekretariat dan dukungan anggaran operasional.
Ia mengakui, kondisi saat ini masih dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan aset pendukung. Namun demikian, ia menilai peluang pengembangan tetap terbuka selama ada sinergi dan komitmen bersama.
“Tahun ini hibah yang kami terima sekitar Rp226 juta. Dana itu sudah dibagi ke 14 komite bidang, masing-masing kurang lebih Rp15 juta sampai Rp17 juta untuk menjalankan kegiatan,” paparnya.
Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai agenda seni, seperti lomba madihin, pertunjukan tari, hingga aktivitas pelestarian seni tradisional lainnya. Selain program kegiatan, sekitar Rp68 juta turut dialokasikan guna melengkapi sarana sekretariat, termasuk pengadaan perangkat kerja serta rencana pengembangan podcast seni budaya sebagai media publikasi.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar, H Irwan Jaya, menilai sudah saatnya cakupan kelembagaan diperluas melalui peningkatan status dari Dewan Kesenian menjadi Dewan Kebudayaan.
Menurutnya, kebudayaan memiliki spektrum yang lebih luas karena tidak hanya mencakup seni pertunjukan, tetapi juga kuliner khas, kerajinan tradisional, hingga ekspresi budaya lain yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kalau cakupannya diperluas, bukan cuma seni pertunjukan, tapi juga kuliner, kerajinan, dan budaya lainnya yang bisa berdampak ke ekonomi masyarakat. Jadi kolaborasi ini memang harus diperkuat dari sekarang,” jelasnya.
Ia juga menekankan, pentingnya penguatan storytelling sebagai bagian dari strategi promosi budaya daerah. Pengemasan narasi yang tepat dinilai mampu memperkenalkan kekayaan budaya Banjar secara lebih menarik dan mudah dipahami publik.
Melalui forum tersebut, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pelaku seni dan pemerintah daerah untuk menjaga sekaligus mengembangkan kebudayaan Banjar agar tetap relevan dan berdaya saing.










Comments