BANJAR, REPORTASE9.ID – Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar meminta pemerintah daerah meningkatkan pemantauan terhadap pelajar asal Kabupaten Banjar yang sedang menempuh pendidikan di kawasan Timur Tengah, menyusul meningkatnya tensi konflik di wilayah tersebut.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar, Ahmad Syarwani mengatakan, saat ini terdapat puluhan pelajar yang sedang belajar di beberapa negara di Timur Tengah melalui program beasiswa pemerintah daerah maupun secara mandiri.
Menurutnya, kondisi geopolitik yang memanas, terutama terkait konflik yang melibatkan Iran, Israel dan Amerika Serikat, perlu menjadi perhatian serius demi memastikan keselamatan para mahasiswa tersebut.
“Kami meminta pemerintah daerah untuk terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah, terutama terkait keberadaan anak didik kita yang sedang menempuh pendidikan di sana,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Rabu (11/03/2026).
Ia menyebutkan, sejak program beasiswa diluncurkan pada 2023 lalu, terdapat sekitar 49 orang yang melanjutkan pendidikan di Timur Tengah. Para pelajar tersebut tersebar di beberapa negara, di antaranya Mesir dan Yaman.
Di Mesir, Pelajar Banjar diketahui menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, sementara di Yaman mereka belajar di kawasan Hadramaut. Selain pelajar penerima beasiswa pemerintah daerah, kata Syarwani, juga terdapat sejumlah pelajar asal Kabupaten Banjar yang berangkat secara mandiri untuk menuntut ilmu di kawasan tersebut.
Karena itu, ia menilai perlu adanya koordinasi terpadu agar perkembangan kondisi para mahasiswa dapat terus dipantau secara berkala.
“Kita berharap ada tim terpadu yang menjadi satu pintu komunikasi untuk memantau kondisi anak didik kita di sana,” tuturnya.
Ia jugamenjelaskan, para mahasiswa tersebut merupakan aset daerah yang diharapkan kelak dapat kembali ke Kabupaten Banjar dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Mereka adalah harapan besar bagi daerah. Setelah selesai menempuh pendidikan, tentu kita berharap mereka bisa kembali dan mengabdikan diri untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Banjar,” jelasnya.
Sejauh ini, lanjutnya, berdasarkan informasi yang diterima kondisi para pelajar asal Kabupaten Banjar di Timur Tengah masih dalam keadaan baik. Namun demikian, pihaknya tetap mendorong pemerintah daerah untuk terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara setempat guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.
“Alhamdulillah informasi terakhir yang kami terima mereka dalam kondisi baik. Tapi dengan situasi yang tidak menentu saat ini, tentu kita harus tetap waspada dan terus memonitor perkembangan,” ungkapnya.
Ia juga membuka kemungkinan adanya langkah-langkah lanjutan, termasuk koordinasi dengan pihak kedutaan besar apabila situasi keamanan di wilayah tersebut memburuk.
“Paling tidak kita perlu terus berkoordinasi dengan pihak kedutaan besar di Mesir maupun Yaman, untuk memastikan keselamatan mereka,” pungkasnya.










Comments