Kota BanjarbaruSosial

Buka Puasa Bersama Komunitas Disabilitas, Emi Lasari Bahas Sekretariat hingga Pengembangan Pasar Ramadan

0
Emi Lasari Foto Bersama Komunitas Disabilitas dan bagikan bantuan sembako (Foto : Azmi/R9)

BANJARBARU,REPORTASE9.ID – Anggota DPRD Kota Banjarbaru Emi Lasari mengajak sejumlah komunitas penyandang disabilitas di Banjarbaru untuk berdiskusi sekaligus berbuka puasa bersama di Pasar Wadai Ramadan Hutan Pinus Mekatani, Rabu (11/3/2026) malam.

Kegiatan tersebut diikuti berbagai organisasi disabilitas, di antaranya Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), National Paralympic Committee (NPC), Teras Inklusi, serta komunitas perempuan disabilitas.

Dalam kesempatan itu, para peserta juga menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya kebutuhan kantor sekretariat bersama bagi komunitas disabilitas serta menanyakan tindaklanjut hasil pertemuan sebelumnya dengan Wali Kota Banjarbaru di rumah dinas yang saat itu turut didampingi oleh Emi Lasari.

Emi Lasari menuturkan semua kawan-kawan komunitas di sini semuanya sudah mengikuti pelatihan keterampilan yang diselenggarakan dan di fasilitasi olehnya.

“Seperti pelatihan membuat buket bunga, pelatihan barista, dan lainnya. Serta yang pasti nanti ada sekretariat bersama yang nantinya disana akan dilaksanakan kegiatan pelatihan-pelatihan dan juga kalau memungkinkan kita akan adakan usaha bersama,”ungkapnya.

Kemudian ia juga mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini sengaja digelar di Pasar Wadai Ramadan Mekatani karena memiliki suasana yang nyaman dan asri.

“Di sini suasananya lebih nyaman dan terbuka. Selain itu juga tersedia panggung untuk berbagai kegiatan serta banyak stan UMKM dengan pilihan makanan yang cukup variatif,” ujarnya.

Menurut Emi, konsep Pasar Ramadan di Hutan Pinus Mekatani tergolong baru karena menghadirkan suasana pasar berbuka puasa di alam terbuka.

Ia menilai lokasi tersebut cukup representatif untuk berbagai kegiatan karena memiliki area parkir yang luas dan ruang terbuka yang mendukung pelaksanaan berbagai event.

Emi juga mengapresiasi inisiatif Karang Taruna yang memfasilitasi para pelaku UMKM menghadirkan alternatif pasar Ramadan selain di Lapangan Murjani.

“Ini menjadi opsi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Landasan Ulin, Liang Anggang, Guntung Payung, dan Guntung Manggis agar tidak perlu jauh ke pusat kota,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya beberapa titik pusat kegiatan Ramadan, keramaian tidak hanya terpusat di satu lokasi saja.

Ke depan, Emi berharap Pemerintah Kota Banjarbaru dapat memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut, termasuk memasukkannya dalam agenda event resmi dan membantu dari sisi publikasi.

“Walaupun ini bukan kegiatan pemerintah kota, tapi inisiasi dari Karang Taruna ini patut didukung. Kegiatan pemerintah juga tidak harus selalu dipusatkan di Murjani, tetapi bisa juga dilaksanakan di sini,” ungkapnya.

Ia pun mengajak masyarakat Banjarbaru untuk datang dan merasakan langsung suasana Pasar Wadai Ramadan di Hutan Pinus Mekatani yang menghadirkan konsep berbeda.

Pasalnya, dalam beberapa hari ke depan akan digelar berbagai kegiatan, seperti buka puasa bersama anak yatim serta sejumlah event lainnya yang turut memeriahkan suasana Ramadan di lokasi tersebut.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like