KALSEL,REPORTASE9.ID – Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) Banjarmasin menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Pengukuhan Guru Besar di Auditorium MAB lantai 4, Kamis (2/4/2026).
Pengukuhan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1659/M/KPT.KP/2026 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen.
Dalam sidang tersebut, Rektor UNISKA MAB, Prof. Dr. H. Mohammad Zainul, SE., M.M., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Manajemen Pemasaran Strategis.
Pada kesempatan itu, Prof. Zainul menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Resiliensi Perguruan Tinggi Swasta di Era Disrupsi: Integrasi Transformasi Digital dan Pemasaran Strategis Berbasis Kualitas Pelayanan.”
Prosesi dilanjutkan dengan pemasangan atribut Guru Besar oleh Ketua Senat UNISKA MAB, Prof. Ir. Abdul Malik, S.Pt., M.Si.
Ketua Badan Pengurus Yayasan, Drs. H. Budiman Mustafa Ideham, menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan yang ke-17 kalinya bagi UNISKA.

Ia juga mengungkapkan masih terdapat 21 dosen bergelar doktor (S3) dengan jabatan Lektor Kepala yang berpotensi menyusul menjadi Guru Besar.
“Insyaallah tahun ini akan ada beberapa lagi yang dikukuhkan menjadi Guru Besar,” ujarnya.
Menurutnya, yayasan terus memberikan dukungan agar para dosen dapat memenuhi persyaratan menuju Guru Besar, termasuk pencapaian angka kredit minimal 850 poin serta kewajiban publikasi jurnal internasional.
“Menjadi Guru Besar bukan hal mudah. Saat ini minimal harus memiliki dua publikasi jurnal internasional, berbeda dengan sebelumnya yang cukup satu,” jelasnya.
Ia berharap capaian UNISKA terus meningkat dan sejalan dengan visi serta misi yayasan dalam pengembangan institusi pendidikan.

Sementara itu Rektor UNISKA Muhammad Arsyad Al Banjari Prof.Dr.H.Mohammad Zainul, SE.,M.M mengucapkan rasa syukur telah dikukuhkan menjadi Guru Besar. Ini merupakan suatu tanggung jawab yang besar sebagai pimpinan universitas agar kedepannya guru besar di UNISKA bisa terus bertambah.
“Oleh sebab itu untuk memacu bertambahnya Guru Besar. Kami pihak Universitas konsisten mengalikasikan anggaran Anggaran Pembinaan dan Pengembangan Unit/Universitas (APBU) UNISKA MAB untuk kegiatan tri dharma perguruan tinggi. Baik untuk penelitian dan pengabdian masyarakat, sampai dengan publish jurnal internasional itu juga di bantu,”terangnya.
Prof Zainul juga menyampaikan bahwa Guru Besar ini merupakan jenjang karir tertinggi bagi seorang dosen apalagi yang sudah berpangkat Lektor Kepala dan berpendidikan S3, itu tinggal satu tahap saja lagi sudah bisa jadi Guru Besar.
“Tinggal bagaimana yang bersangkutan untuk mampu memenuhi persyaratan-persyaratan khusus itu. Terutama yang paling banyak terkendala adalah di jurnal internasional itu,”pungkasnya.















Comments