EkonomiNasional

Menkeu Pastikan Harga BBM Subsidi Akan Tetap Hingga Akhir 2026

0

NASIONAL, REPORTASE9.ID – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak khawatir dengan gejolak harga energi dunia sebagai akibat dari perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam rilis pada Rabu (8/4/2026), Purbaya memastikan tidak ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026 sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan APBN Indonesia yang dinilai masih kokoh meskipun beban subsidi bertambah.

“Kalau BBM enggak naik, apakah APBN kita kuat sepanjang tahun? Karena ada orang bilang uang saya tinggal dua minggu saja sudah habis, bahkan bukan dari luar tapi dari orang Kementerian Keuangan sendiri yang sebarkan isu-isu seperti itu. Saya baru tahu, padahal menterinya saya, jadi saya agak bingung,” katanya di Jakarta pada Selasa (7/4/2026).

Purbaya mengatakan, pihak Kemenkeu sudah membuat skenario apabila harga minyak mentah dunia terus mengalami lonjakan.

Meskipun asumsi harga minyak di APBN 2026 dipatok USD70 per barel, namun anggaran yang tersedia cukup untuk menanggung subsidi jika harga minyak menembus level terburuk USD100 per barel.

“Begitu harga minyak naik ke level yang tinggi, kami di kementerian langsung exercise untuk masing-masing harga. Harga sampai 80 dolar per barel kondisi APBN berapa, 90 dolar seperti apa, sampai 100 dolar seperti apa, dan mitigasinya seperti apa,” kata Menkeu.

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan, semua skenario telah diperhitungkan dengan matang atas arahan Presiden Prabowo.

“Jadi langkah-langkah yang disebutkan Bapak Presiden dan anggota kabinet yang lain di pengumuman sebelumnya itu sudah dipertimbangkan, dia mungkin nggak omongin. Kita sudah hitung asumsi harga minyak dunia 100 dollar per barel rata-rata sepanjang tahun 2026 dan dengan exercise tertentu, anggaran bisa kita tekan masih di 2,92 persen dari PDB,” jelasnya.

Di samping itu, lanjut Purbaya, APBN 2026 masih mempunyai bantalan melalui Saldo Anggaran Lebih (SAL) mencapai Rp 420 triliun.

“Itu merupakan bantalan tersendiri. Kalau harga minyak naik tinggi sekali, tidak terkendali, kita masih aman,” tegasnya. (Sumber : infopublik.id)

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Ekonomi