HSS, REPORTASE9.ID – Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan 829/Bumi Antaludin laksanakan kegiatan Panen Raya Cabai Rawit di lahan Pertanian Madang baru-baru ini.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta membantu stabilitas harga komoditas pangan di wilayah setempat.
Acara panen raya ini dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 829/ Bumi Antaludin, Letkol Inf Deky Febrianto didampingi oleh jajaran perwira dan melibatkan kelompok tani binaan serta masyarakat sekitar.
Dalam rilis pada Minggu (12/4/2026), Letkol Inf Deky Febrianto mengatakan program tanam cabai rawit ini memanfaatkan lahan kosong di sekitar markas komando yang sebelumnya tidak produktif.
Dengan pendampingan dari ahli pertanian dan kerja keras para prajurit, lahan tersebut berhasil menghasilkan cabai rawit berkualitas unggul.
“Panen raya ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bukti nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa dengan kemauan dan kerja sama, lahan terbatas pun bisa menjadi sumber pangan yang produktif,” ujarnya.
Letkol Inf Deky menjelaskan keberhasilan panen ini diharapkan dapat memberikan dapat memberikan beberapa dampak positif bagi masyarakat dan ekonomi.
“Di antaranya dapat menjaga stabilitas harga dengan membantu menekan angka inflasi daerah, mengingat cabai rawit sering kali menjadi pemicu kenaikan harga pangan,” terangnya.
Selain itu, Letkol Inf Deky menambahkan program ini dapat mengedukasi dan menjadi contoh bagi masyarakat sekitar dalam teknik penanaman cabai yang efisien dan organik.
“Juga dapat mempererat Sinergi TNI-Rakyat, kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kolaborasi di sektor pertanian,” ucapnya.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan simbolis hasil panen kepada perwakilan masyarakat dan dilanjutkan dengan ramah tamah.
Yonif 829/TP berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi di bidang pertanian dan peternakan demi kesejahteraan prajurit dan warga sekitar. (Sumber : Kominfo HSS)















Comments