Berita UtamaDaerahHukum & Kriminal

Sabu 75,2 Kg dan 15.742 Ekstasi Dimusnahkan, Polda Kalsel Amankan 59 Tersangka

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – Sebanyak 75,2 kilogram sabu-sabu dan 15.742 butir ekstasi hasil pengungkapan jaringan besar dalam beberapa waktu terakhir dimusnahkan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) di Mapolda Kalsel, Senin (13/04/2026).

Kapolda Kalsel, Irjen Dr. Pol. Rosyanto Yudha mengatakan, pemusnahan ini merupakan hasil pengungkapan sejumlah kasus narkotika yang dilakukan jajaran Direktorat Reserse Narkoba dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menjelaskan, salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada 8 April 2026, di mana petugas berhasil mengamankan dua orang kurir yang berasal dari Jakarta dan Lampung di kawasan Banjarmasin Utara dengan barang bukti sabu seberat 43,8 kilogram.

Selain itu, kepolisian juga mengungkap kasus lain dengan barang bukti sabu lebih dari 29 kilogram yang diduga berasal dari jaringan peredaran narkoba lintas daerah, termasuk dari wilayah Lombok, serta turut menyita ribuan butir ekstasi.

“Dari total pengungkapan ini, kami menetapkan sebanyak 59 tersangka, terdiri dari 57 laki-laki dan 2 perempuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan, bahwa dua kurir yang diamankan terakhir diketahui merupakan bagian dari jaringan narkoba internasional yang dikendalikan oleh Freddy Pratama yang hingga kini masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Ia juga mengungkapkan, jika dikonversikan secara ekonomi, total barang bukti yang dimusnahkan tersebut mencapai nilai sekitar Rp151 miliar lebih.

“Apabila diasumsikan satu gram sabu digunakan oleh lima orang, maka dari pengungkapan ini kita dapat menyelamatkan sekitar 391.850 jiwa dari penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Tak hanya itu, langkah ini juga dinilai mampu menghemat potensi biaya rehabilitasi negara hingga mencapai kurang lebih Rp1,9 triliun.

Ia menegaskan, upaya pemberantasan narkotika tidak akan berhenti pada pengungkapan kali ini. Pengembangan kasus, lanjutnya, terus dilakukan untuk membongkar jaringan yang lebih luas.

“Kami akan terus mendalami kasus ini dan tidak berhenti pada pengungkapan yang ada saat ini. Upaya pengembangan masih dilakukan untuk menelusuri jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Berita Utama