BANJAR, REPORTASE9.ID – Kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter melalui Implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat tingkat Kabupaten Banjar yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar melalui Bidang PAUD, PNF/Kesetaraan yang dilaksanakan di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru pada Senin (13/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan satuan PAUD se-Kabupaten Banjar dengan total 75 peserta per angkatan dan keseluruhan mencapai 450 orang dalam 6 angkatan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru terkait nilai-nilai kebiasaan positif, memperkuat peran guru sebagai teladan, serta membekali strategi pembelajaran yang sesuai dalam mengintegrasikan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) dalam proses belajar anak usia dini.
Ketua Panitia Arliza Mayasari menyampaikan kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun karakter anak sejak dini melalui peran aktif guru.
“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman guru tentang nilai-nilai kebiasaan positif, memperkuat peran guru sebagai teladan, serta membekali strategi pembelajaran agar nilai-nilai Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dapat terintegrasi dalam kegiatan bermain-belajar anak,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Disdik Kabupaten Banjar, Liana Penny menegaskan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini sebagai fondasi masa depan bangsa.
“Anak usia dini adalah generasi emas bangsa, pondasi utama dalam membangun masa depan Indonesia. Oleh karena itu, pembentukan karakter sejak dini menjadi sangat penting. Pendidikan karakter bisa dibentuk melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dengan melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan media,” ungkapnya.
Liana juga menambahkan program ini merupakan salah satu prioritas nasional dalam membentuk kebiasaan positif pada anak.
“Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat merupakan salah satu program prioritas, yang diharapkan dapat terinternalisasi di semua satuan pendidikan. Anak-anak diharapkan terbiasa bangun pagi, beribadah sesuai keyakinan, berolahraga, makan makanan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat,” lanjutnya.
Liana berharap para pendidik PAUD dapat menjadi teladan dalam penerapan nilai-nilai tersebut.
“Guru PAUD adalah garda terdepan dalam menanamkan nilai kebaikan pada anak. Saya berharap para pendidik mampu menjadi teladan dan fasilitator yang menghidupkan kebiasaan baik di satuan PAUD masing-masing serta menjalin sinergi dengan orang tua dan masyarakat,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan penguatan pendidikan karakter anak usia dini di Kabupaten Banjar dapat berjalan optimal, sehingga mampu mencetak generasi yang religius, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, dan mandiri. (Sumber : Media Center Banjar)















Comments