BANJARMASIN, REPORTASE9.ID – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Jami, Kelurahan Sungai Jingah, Kota Banjarmasin pada Kamis (16/4/2026) ketika Ratusan calon jamaah haji asal Kota Banjarmasin berkumpul untuk melaksanakan Salat Hajat sekaligus mengikuti seremoni pelepasan resmi keberangkatan menuju Tanah Suci.
Acara pelepasan ini dilakukan oleh Wali Kota Banjarmasin yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana.
Dalam rilis pada Jumat (17/4/2026), Dolly Syahbana menekankan keberangkatan ini merupakan momentum yang sangat dinantikan setelah penantian panjang.
“Perjalanan haji bukanlah perjalanan biasa. Ini adalah perjalanan iman. Pasti banyak di antara bapak dan ibu sekalian yang sudah menunggu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, untuk sampai di titik ini,” ujarnya.
Berdasarkan data awal, tercatat sebanyak 720 calon jamaah haji yang terdaftar, namun jumlah tersebut mengalami penyesuaian menjadi 717 orang karena terdapat dua orang calon jamaah yang meninggal dunia dan satu orang lainnya sedang dalam kondisi sakit.
“Kita diingatkan bahwa tidak semua yang berniat bisa berangkat. Ada yang tertunda, ada yang berpindah, bahkan ada yang telah lebih dahulu dipanggil oleh Allah SWT. Dari sini kita belajar, bahwa kesempatan ini adalah nikmat yang luar biasa,” tambah Dolly Syahbana.
Seluruh jamaah tersebut terbagi ke dalam enam Kelompok Terbang (kloter), yang pertama adalah Kloter 1 menjadi rombongan terbesar dengan jumlah 354 orang.
Disusul Kloter 8 sebanyak 231 orang yang bergabung dengan jamaah asal Kalimantan Tengah, dan Kloter 14 terdiri dari 21 orang yang bergabung dengan rombongan Kabupaten Hulu Sungai Tengah,
Sementara itu Kloter 17 sebanyak 53 orang bergabung dengan Kabupaten Barito Kuala, dan Kloter 18 yang berjumlah 9 orang bergabung dengan jamaah Kabupaten Banjar.
Sedangkan Kloter 19 membawa 52 orang jamaah yang tergabung dalam rombongan besar bersama Kabupaten Tabalong, Balangan, Tapin, Hulu Sungai Utara, Kotabaru, dan Kota Banjarbaru.
Panggilan ibadah haji tahun ini juga menunjukkan keberagaman usia yang kontras, di mana calon jamaah tertua tercatat atas nama Paini Parto Utomo yang berusia 85 tahun, warga Banjarmasin Tengah.
Sementara predikat jamaah termuda disandang oleh Nayla Azieza Mahmud Yusuf yang baru menginjak usia 17 tahun, warga Banjarmasin Selatan.
“Ini menunjukkan bahwa panggilan Allah tidak mengenal usia, baik yang muda maupun yang tua, semua disatukan dalam satu tujuan yang sama, yaitu beribadah dengan penuh keikhlasan,” jelas Dolly Syahbana.
Pemerintah Kota Banjarmasin berpesan agar para jamaah senantiasa menjaga kesehatan dan menjaga nama baik daerah selama berada di Arab Saudi, serta meminta para jamaah untuk menjaga niat, bersabar, dan saling membantu antar sesama jamaah.
“Tunjukkan bahwa jamaah haji dari Kota Banjarmasin adalah jamaah yang berakhlak baik, tertib, dan saling menguatkan. Kami di sini akan terus mendoakan hingga kembali lagi ke Banua dengan predikat haji yang mabrur,” pungkas Dolly Syahbana. (Sumber : Prokom Banjarmasin)











Comments