BANJARBARU,REPORTASE9.ID – Kegiatan Off Road 4×4 Adventure South Borneo Off Road Expedition (SBOX) Part 1 Tahun 2026 resmi dilepas di depan Balai Kota Banjarbaru, Selasa (21/4/2026).
Event ini diikuti berbagai komunitas off road, di antaranya Banua Bhayangkara Jip Community (BBJC) dan Trikora Adventure JIP Indonesia Raya (TAJIR), serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Panitia SBOX Kalsel, H.M. Ruslan, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, mempererat silaturahmi antar off-roader dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman menjelajahi jalur ekstrem di Kalimantan Selatan.

“Kedua, sport dan pariwisata, yakni mempromosikan keindahan alam serta potensi wisata Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar melalui jalur-jalur eksotis yang dilalui peserta,” ujarnya.
Ketiga, lanjut Ruslan, adalah kegiatan bakti sosial yang rutin dilakukan oleh Indonesia Off Road Federation (IOF) Kalimantan Selatan di wilayah yang dilalui peserta, baik untuk masyarakat maupun tempat ibadah.
Ia menjelaskan, jumlah peserta kategori ekstrem sebanyak 45 unit, terdiri dari 28 unit dari luar Kalimantan Selatan dan 17 unit dari dalam daerah. Kategori ini menempuh jalur sepanjang 88 kilometer selama lima hari.
Sementara itu, kategori fun off road diikuti sekitar 120 unit, seluruhnya dari Kalimantan Selatan, dengan durasi kegiatan selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu, dan akan finish di Kantor Gubernur Kalimantan Selatan.
“Rute yang dilalui peserta ekstrem sekitar 70 persen berada di wilayah Kabupaten Banjar dan 30 persen di Kota Banjarbaru,” jelasnya.
Panitia juga memastikan seluruh peserta telah mengikuti proses scrutineering dan briefing guna menjamin keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Ruslan turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarbaru atas dukungan dan fasilitas yang diberikan, sekaligus mengucapkan selamat Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru.

Ketua IOF Pengda Kalimantan Selatan, Hariadi, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menyalurkan hobi, tetapi juga telah dipersiapkan secara matang, termasuk pengecekan kendaraan dan kesiapan jalur.
“Track yang disiapkan kurang lebih 88 kilometer dan berada di sekitar wilayah Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, tanpa masuk terlalu jauh ke hutan,” katanya.
Ia juga menyebut peserta datang dari berbagai daerah, seperti Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Samarinda, Pangkalan Bun, Bali, Yogyakarta, Surabaya, serta perwakilan kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Hariadi mengingatkan seluruh peserta untuk tetap mengutamakan keselamatan selama mengikuti kegiatan.
“Walaupun track sudah dinyatakan aman, keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Banjarbaru Bidang Pemerintahan, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya event tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Banjarbaru, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh off-roader di Kota Banjarbaru. Kami bangga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang olahraga adventure, tetapi juga sarana promosi pariwisata, mempererat silaturahmi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Rudi juga mengapresiasi adanya rangkaian kegiatan seperti tapung tawar sebagai doa keselamatan dan aksi bakti sosial yang menunjukkan kepedulian terhadap kearifan lokal dan kemanusiaan.
“Kami berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, mengutamakan keselamatan, serta menjaga kelestarian lingkungan. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan kesan positif bagi semua pihak,” tutupnya.











Comments