BANJAR, REPORTASE9.ID – Kondisi gelap di sejumlah ruas jalan di Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, memicu keluhan warga. Penerangan Jalan Umum (PJU) yang padam dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Salah satu warga Desa Mekar, Ahmad Hijaji mengungkapkan, titik lampu yang mati tersebar dari wilayah desanya hingga kawasan Antasan Pasar Papan. Minimnya penerangan membuat ruas jalan rawan kecelakaan.
“Kalau malam gelap sekali, apalagi di bawah jembatan Pasar Papan. Itu cukup berbahaya,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPRKPLH Banjar, Ali Ilyas mengataka, pihaknya telah menerima laporan resmi dari Camat Martapura Timur pada 28 April 2026.
Ia menjelaskan, tim pemeliharaan PJU sebenarnya rutin melakukan perbaikan di berbagai wilayah. Dalam beberapa hari terakhir, tim masih menangani pekerjaan di Kecamatan Sambung Makmur dan Cintapuri Darussalam, serta wilayah Lok Baintan hingga Lok Buntar berdasarkan laporan warga sebelumnya.
“Begitu menerima laporan dari Martapura Timur, malam tadi tim langsung bergerak ke lapangan untuk melakukan pengecekan,” ujarnya saat dikonfirmasi,Kamis (30/04/2026).
Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sekitar 12 titik lampu mati di kawasan Pasar Papan. Selain itu, terdapat 2 titik lainnya di sekitar jembatan Pakauman, sehingga total ada sekitar 14 titik yang menjadi prioritas perbaikan.
Menurutnya, lampu yang ada saat ini masih menggunakan jenis hemat energi (HE) dan akan diganti dengan lampu LED agar pencahayaan lebih optimal. Selain penggantian lampu, pihaknya juga akan memperbarui stang dan perlengkapan pendukung lainnya.
“Peremajaan akan difokuskan di kawasan Pasar Papan. Mudah-mudahan dalam waktu maksimal tiga hari sudah bisa ditangani,” jelasnya.
Sementara itu, untuk di jalan Desa Mekar menuju Kantor Camat Martapura Timur, gangguan diketahui berasal dari panel listrik. Setelah dilakukan pengecekan dan pengaktifan kembali MCB, lampu di kawasan tersebut dipastikan sudah kembali menyala.
“Silakan dicek, Insya Allah sudah normal kembali,” tambahnya.
Ia juga menyebut, pada beberapa titik lain seperti arah Pondok Pesantren Darussalam, kondisi lampu sebenarnya masih menyala, namun pencahayaan kurang optimal akibat posisi dan panjang stang lampu yang tidak seragam.
Dari sisi anggaran, biaya penggantian satu titik lampu diperkirakan mencapai lebih dari Rp3 juta, tergantung kebutuhan material seperti lampu LED, stang, hingga perangkat pengaman.
Adapun total anggaran pemeliharaan PJU Kabupaten Banjar tahun 2026 sebesar Rp1,5 miliar. Namun, jumlah tersebut dinilai masih terbatas dibanding kebutuhan perbaikan di lapangan.
“Kami berharap ada penambahan anggaran, karena kebutuhan pemeliharaan PJU ini cukup besar di seluruh wilayah Kabupaten Banjar,” pungkasnya.











Comments