BANJAR, REPORTASE9.ID – Sebanyak 102 kepala sekolah dari jenjang TK, SD, hingga SMP resmi dilantik oleh Pemerintah Kabupaten Banjar di Aula BKPSDM Banjar, Selasa (19/05/2026). Pelantikan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus melakukan penyegaran manajemen di satuan pendidikan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar, H Yudi Andrea mengatakan, pelantikan tersebut mencakup promosi dan mutasi jabatan kepala sekolah. Dari total yang dilantik, sebagian besar merupakan promosi, sementara sisanya merupakan pergeseran untuk kebutuhan penyegaran organisasi.
“Pelantikan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Banjar, sekaligus sebagai bentuk penyegaran bagi tenaga pendidik. Rata-rata rotasi dilakukan setiap lima tahun agar tercipta dinamika dan inovasi di sekolah,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, momentum pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan diharapkan dapat memotivasi para kepala sekolah untuk menjalankan tugas secara optimal, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam memimpin satuan pendidikan.
Menurutnya, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai manajer yang bertanggung jawab terhadap tata kelola sekolah, termasuk administrasi dan keuangan.
“Para kepala sekolah harus menjadi role model di lingkungan sekolahnya. Kami juga menekankan pentingnya menjaga integritas, sebagaimana arahan Bupati Banjar. Jika integritas terganggu, maka akan berdampak pada keseluruhan sistem,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banjar, Liana Penny menjelaskan, bahwa pelantikan kali ini telah menggunakan sistem seleksi terbaru dari Kementerian Pendidikan, yakni berbasis BCKS.
“Ini pertama kalinya kita menggunakan sistem seleksi baru dari Kemendikdasmen. Sebelumnya berbasis guru penggerak, kini menggunakan sistem BCKS,” jelasnya.
Ia merinci, dari total 102 kepala sekolah yang dilantik, sebanyak 74 merupakan hasil promosi dan 28 lainnya merupakan mutasi.
Ia juga berpesan kepada para kepala sekolah yang baru dilantik agar mampu menjadi pemimpin perubahan di sekolah masing-masing.
“Pesan kami, pertama jaga integritas, dan kedua jadilah pemimpin perubahan. Saat pertama datang ke sekolah, lihat rapor pendidikan, lakukan identifikasi dan refleksi, lalu lakukan pembenahan. Targetnya, tahun depan nilai rapor pendidikan harus meningkat,” pungkasnya.















Comments