NASIONAL, REPORTASE9.ID – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Internasional Pemuda Masjid Dunia yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta pada 23–25 Mei 2026 menjadi momentum penguatan syiar Islam moderat sekaligus mempererat persatuan umat di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Ajang ini diikuti peserta dari sembilan negara, di antaranya China, Palestina, serta sejumlah negara di kawasan ASEAN. Selain delegasi internasional, MTQ juga diikuti qori dan qoriah terbaik dari 26 provinsi di Indonesia.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin, dalam keterangannya yang diterima pada Selasa (26/5/2026) mengatakan seluruh peserta merupakan juara terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat di negara masing-masing maupun di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, sekarang hadir sembilan negara yang mana para pesertanya adalah juara dari negaranya masing-masing, yang telah dipilih oleh Majelis Ulamanya. Dan juga dari 26 provinsi, mereka adalah qori-qoriah juara nasional, semua pesertanya sangat baik,” ujarnya.
Menurut Sultan, penyelenggaraan MTQ Internasional Pemuda Masjid Dunia menjadi simbol persatuan dan harmoni Indonesia yang mampu menghadirkan ruang kebersamaan di tengah keberagaman bangsa dan situasi dunia yang bergejolak.
“Seperti yang tadi saya sampaikan, acara ini adalah simbol kemerdekaan dan simbol persatuan. Tentu kami senang dan ini membuktikan bahwa Indonesia adalah simbol persatuan, keberagaman, serta harmoni di tengah dunia yang mungkin teman-teman tahu terus bergejolak,” ujarnya.
Sultan berharap perhelatan internasional tersebut dapat semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kegiatan keislaman global yang menjunjung nilai moderasi, toleransi, dan perdamaian.
Sementara itu Presiden Remaja Masjid Dunia, Said Aldi Al Idrus, menegaskan MTQ internasional ini menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antarbangsa sekaligus membangun jejaring pemuda muslim dunia.
Menurut Said, seluruh delegasi yang tampil merupakan peserta pilihan terbaik hasil seleksi ketat di negara masing-masing. Ia juga menyebut kegiatan tahun ini memiliki makna khusus karena didedikasikan untuk mendoakan jemaah haji dunia yang tengah menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Selama jamaah bersiap dan melaksanakan wukuf, para pemuda akan melantunkan ayat suci dan doa bersama secara berkelanjutan hingga penutupan acara,” katanya.
Ajang MTQ internasional ini memperebutkan sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya Piala Bergilir Wakil Presiden RI serta piala tetap dari Ketua DPD RI, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Menteri Agama.
Said menjelaskan kompetisi yang telah digelar di berbagai negara seperti Cambodia, Thailand, Philippines, Singapore, Malaysia, dan Brunei ini menerapkan standar penilaian yang ketat dan profesional.
“Proses penilaian dari MTQ ini seperti MTQ pada umumnya yang dilaksanakan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, maupun internasional. Para jurinya sudah sangat memahami terkait penilaiannya, baik dari segi bacaannya, tata tertibnya, maupun tajwidnya. Semuanya sudah dinilai dengan baik,” jelas Said.
Keberhasilan penyelenggaraan acara internasional yang digerakkan oleh kalangan muda tersebut turut mendapat apresiasi pemerintah. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin, menyebut kegiatan itu sebagai inisiatif luar biasa yang memperlihatkan kapasitas generasi muda Indonesia dalam membangun diplomasi keagamaan di tingkat global.
“Menurut saya, ini adalah sesuatu yang extraordinary dan sangat istimewa karena diorganisasi oleh ormas pemuda dan sifatnya internasional. Ini patut kita apresiasi,” ujar Kamaruddin.
Penyelenggaraan MTQ Internasional Pemuda Masjid Dunia dinilai sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat harmoni sosial, pembangunan karakter bangsa, diplomasi budaya, serta penguatan peran Indonesia sebagai pusat peradaban Islam moderat di dunia. (Sumber : infopublik.id)















Comments