Kota BanjarbaruPendidikan

Banjarbaru Raih Nilai TKA Tertinggi di Kalsel, Lampaui Rata-Rata Nasional

0
Oplus_131072

BANJARBARU,REPORTASE9.ID – Kualitas pendidikan di Kota Banjarbaru kembali menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil sementara Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026, Banjarbaru mencatatkan rerata nilai tertinggi di Kalimantan Selatan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sekaligus melampaui rata-rata nilai tingkat provinsi maupun nasional.

Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan berbagai program peningkatan mutu pendidikan yang selama ini dijalankan Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Data Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru menunjukkan, pada jenjang SD, rerata nilai Bahasa Indonesia mencapai 70,25 dan Matematika 47,65. Sementara pada jenjang SMP, rerata nilai Bahasa Indonesia berada di angka 70,83 dan Matematika 43,44.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rerata nasional. Untuk jenjang SD, rata-rata nasional Bahasa Indonesia tercatat 60,14 dan Matematika 43,41. Sedangkan pada jenjang SMP, rerata nasional Bahasa Indonesia berada di angka 60,83 dan Matematika 40,35.

Tak hanya unggul secara nasional, Banjarbaru juga melampaui capaian rata-rata Provinsi Kalimantan Selatan. Pada jenjang SD, rerata Bahasa Indonesia Kalsel berada di angka 64,10 dan Matematika 43,95. Sementara pada jenjang SMP, rerata Bahasa Indonesia mencapai 64,50 dan Matematika 40,80.

Dengan hasil tersebut, Banjarbaru menjadi daerah dengan rerata nilai TKA tertinggi di Kalimantan Selatan untuk dua jenjang pendidikan sekaligus.

Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menyambut capaian tersebut dengan penuh rasa syukur. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil kerja bersama antara peserta didik, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, hasil TKA tahun ini menunjukkan Banjarbaru meraih nilai tertinggi di Kalimantan Selatan dan berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional. Ini menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus bukti bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan yang kita lakukan berada di jalur yang tepat,” ujar Lisa, Sabtu (6/6/2026).

Meski demikian, Lisa menegaskan bahwa prestasi tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri. Ia menilai masih ada tantangan yang harus terus diperbaiki, terutama dalam peningkatan kemampuan numerasi siswa.

Menurutnya, capaian Matematika yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah tidak hanya dipengaruhi kemampuan peserta didik, tetapi juga berkaitan dengan metode pembelajaran yang diterapkan.

“Persoalan rendahnya nilai matematika tidak sesederhana kemampuan siswa semata. Kita perlu mengevaluasi metode pembelajaran, kualitas bahan ajar, dan bagaimana guru mampu membangun minat serta ketertarikan siswa terhadap matematika,” katanya.

Karena itu, Pemerintah Kota Banjarbaru akan terus memperkuat evaluasi sistem pembelajaran, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, serta mengembangkan bahan ajar yang lebih efektif guna mendukung peningkatan kemampuan numerasi peserta didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basit, mengatakan hasil TKA tidak sekadar menjadi data statistik, melainkan instrumen penting untuk mengukur efektivitas proses pendidikan sekaligus bahan evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, capaian tahun ini menunjukkan berbagai program peningkatan mutu pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah mulai memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran di sekolah.

“Di satu sisi kita bersyukur karena Banjarbaru mampu mencatatkan rerata nilai TKA tertinggi serta berada di atas rata-rata provinsi dan nasional. Ini menjadi bukti bahwa program-program peningkatan mutu pendidikan yang selama ini dijalankan mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan,” ujarnya.

Basit menambahkan, prestasi tersebut harus menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi seluruh pihak.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut agar Banjarbaru mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like