DaerahTNI - POLRI

Tangkal Radikalisme Sejak Dini, Polda Kalsel Perkuat Patroli Siber

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikal di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Langkah tersebut dilakukan melalui pemantauan intensif di ruang digital dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, pihaknya selama ini bekerja sama dengan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri untuk memonitor potensi penyebaran paham radikal di wilayah Kalsel.

Menurutnya, pengawasan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui patroli siber terhadap berbagai aktivitas di media sosial yang berpotensi menjadi sarana penyebaran ideologi radikal.

“Selama ini kami bekerja sama dengan Densus 88 dan terus memonitor kelompok-kelompok yang terindikasi menyebarkan paham radikalisme di Kalsel. Kami juga melakukan pemantauan media sosial agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak terpapar dan mampu menolak paham radikal,” ujarnya saat di wawancarai awak media, Rabu (17/06/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil patroli siber yang dilakukan pada tahun lalu, pihaknya menemukan enam remaja di Kalimantan Selatan yang terpapar paham radikal. Meski demikian, kata dia, langkah penanganan segera dilakukan bersama Densus 88 serta instansi terkait, termasuk Pemerintah Provinsi Kalsel.

“Tahun lalu ada enam remaja yang teridentifikasi terpapar paham radikal. Namun kami bersama Densus 88 dan Dinas Sosial sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dan pembinaan,” ungkapnya.

Dari hasil pemantauan yang terus dilakukan hingga saat ini, Ia menyebut, tidak ditemukan lagi aktivitas yang mengarah pada penyebaran paham radikal secara signifikan di Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah sampai sekarang kami monitor sudah tidak ada lagi aktivitas yang mulai mengarah pada paham radikal, yang menentang pemerintah atau memanfaatkan isu agama secara tidak benar,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejauh ini media sosial masih menjadi sarana utama yang digunakan dalam penyebaran paham radikal. Karena itu, patroli siber terus diperkuat untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran konten berbahaya sejak dini.

“Kalau melalui media sosial, kami bisa lebih cepat melakukan deteksi melalui patroli siber sehingga bisa segera diantisipasi,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah