Kabupaten BanjarSeni & Budaya

Disbudporapar Banjar Cetak Regenerasi Pemain Musik Panting, 21 Pemuda Ikuti Pelatihan

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Upaya melestarikan kesenian musik panting terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui pelatihan yang diikuti 21 pemuda. Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya mencetak regenerasi pelaku seni tradisional tersebut digelar Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) sejak 18 hingga 29 Juni 2026.

Selama hampir dua pekan, para peserta yang berasal dari tiga kelompok, yakni Bubuhan Kurihing, MAN 4 Banjar, dan Grup Wasaka, dibekali berbagai teknik dasar hingga keterampilan memainkan musik panting.

Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, Irwan Jaya mengatakan, pelatihan tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan musik panting sebagai salah satu kesenian khas Banjar agar tetap diminati generasi muda.

“Pelatihan ini diikuti sebanyak 21 peserta yang terbagi dalam tiga kelompok. Mudah-mudahan dengan terbentuknya grup-grup musik panting ini mereka bisa lebih berinovasi, berkreasi, serta ikut melestarikan kesenian yang ada di Kabupaten Banjar maupun Kalimantan Selatan pada umumnya,” ujarnya usai menutup kegiatan pelatihan di Aula Kantor Disbudporapar Banjar, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, pelatihan musik panting menjadi salah satu program yang cukup diminati kalangan pemuda. Selain pelatihan seni tradisional tersebut, Disbudporapar Banjar juga rutin menggelar berbagai pelatihan lain yang bertujuan meningkatkan minat, bakat, dan peran pemuda di masyarakat.

“Selain musik panting, kami juga melaksanakan berbagai pelatihan lain seperti kewirausahaan, pelatihan memandikan jenazah, dan pelatihan lainnya yang dapat meningkatkan peran pemuda di Kabupaten Banjar,” jelasnya.

Menurutnya, pelatihan musik panting telah menjadi agenda tahunan. Pada tahun 2025, Disbudporapar berhasil melatih sebanyak 35 peserta, sedangkan tahun ini diikuti oleh 21 peserta. Ke depan, pihaknya berencana mengembangkan konsep pelatihan dengan mengombinasikan musik panting bersama seni dan budaya lainnya agar semakin menarik minat generasi muda.

“Insya Allah pelatihan ini akan terus kita tingkatkan dan nantinya akan kita kombinasikan lagi dengan seni maupun budaya lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan dari Grup Bubuhan Kurihing, Muhammad Hilmi mengaku, pelatihan tersebut memberikan banyak manfaat bagi kelompoknya yang masih tergolong baru mendalami musik panting.

“Karena grup kami masih baru, pelatihan ini sangat membantu. Kami jadi lebih mengenal teknik catukan, petikan, serta materi dasar dalam memainkan musik panting,” katanya.

Hilmi mengungkapkan, tantangan terbesar yang dihadapi kelompoknya bukan hanya meningkatkan kemampuan bermain alat musik, tetapi juga menyatukan waktu latihan seluruh anggota yang memiliki latar belakang berbeda.

Meski demikian, ia bersyukur Grup Bubuhan Kurihing kini mendapat kesempatan tampil pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, setelah aktif menampilkan karya-karya mereka melalui media sosial.

Ia berharap, pelatihan musik panting dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak pemuda yang mencintai kesenian daerah.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan. Selain melestarikan kebudayaan, pelatihan ini juga membuat pemuda lebih menyukai musik khas daerah. Harapan kami juga semakin banyak event kebudayaan di Kabupaten Banjar yang melibatkan musik panting,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like