InfrastrukturKabupaten Banjar

Pembangunan GOR Indoor Tahap II Dilanjutkan, Pemkab Banjar Kucurkan Rp14,5 Miliar

0

BANJAR, REORTASE9.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar melanjutkan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Indoor Tahap II pada tahun 2026.

Saat ini proses pengadaan telah memasuki tahapan penetapan pemenang dan tinggal menunggu berakhirnya masa sanggah sebelum dilakukan penandatanganan kontrak.

Kepala Disbudporapar Banjar, Irwan Jaya mengatakan, pembangunan tahap kedua tersebut mendapat alokasi anggaran sebesar Rp14,5 miliar dari APBD 2026.

“Kalau untuk pembangunan GOR, tadi kita menginformasikan bahwa kita akan melaksanakan lanjutan pembangunan GOR tahap dua. Posisinya sekarang sudah memasuki tahapan pengumuman pemenang. Ke depan ada masa sanggah, kalau sudah tidak ada permasalahan di masa sanggah, akan kami lakukan penandatanganan kontrak,” ujarnya saat diwawancarai usai melakuka RDP bersama Komisi IV DPRD Banjar, Rabu (08/07/2026).

Berdasarkan laman LPSE Banjar, paket pekerjaan Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga (Sarana dan Prasarana Olahraga) – Pembangunan Indoor Volly Tahap 2 memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp14.500.000.000 dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp14.449.822.000.

Pekerjaan tersebut berlokasi di Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Sementara pemenang tender ditetapkan PT Tuah Persada Perkasa yang beralamat di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, dengan nilai penawaran terkoreksi sebesar Rp11.559.600.770,66.

Ia menjelaskan, anggaran yang tersedia pada tahun ini belum mampu menyelesaikan seluruh bangunan sesuai perencanaan awal. Oleh karena itu, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian struktur utama hingga penutup atap.

“Untuk pekerjaan detailnya, karena anggaran ini masih sangat diperlukan tambahannya, pekerjaan kami hanya mungkin sampai ke penutup atap, tanpa ada dinding lagi. Masih struktur saja, struktur penutup atap,” jelasnya.

Menurutnya, kenaikan harga material turut memengaruhi volume pekerjaan yang dapat dilaksanakan pada tahap kedua tersebut.

“Kenaikan harga material membuat volume pekerjaan tidak bisa mencapai target awal. Karena itu, pelaksanaannya disesuaikan dengan anggaran yang tersedia,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like