BANJAR, REPORTASE9.ID – Dinas Pertanian Kabupaten Banjar (Distan) melalui Bidang Penyuluhan dan SDM Pertanian laksanakan Farm Field Day (FFD) Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat pada Senin (13/7/2026) untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kegiatan temu lapang ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi sekaligus evaluasi bersama terhadap keberhasilan varietas unggul yang tengah dikembangkan di kawasan tersebut.
Keberhasilan percontohan ini tidak lepas dari penerapan sistem tanam Jajar Legowo 4:1 pada varietas Inpari 32. Melalui metode tersebut, hasil ubinan di lapangan mampu mencapai angka 5,3 kilogram, yang mengindikasikan adanya potensi produktivitas yang menjanjikan, yakni hingga 8,4 ton per hektar. Demplot ini dikerjakan oleh Samsul, seorang Penyuluh Pertanian Swadaya lokal yang mendedikasikan untuk kemajuan petani di Desa Penggalaman.
Meskipun sempat dihadapkan pada tantangan hama penggulung daun selama masa pemeliharaan, kewaspadaan di lapangan menjadi kunci penyelamat. Berkat pemantauan yang jeli terhadap gejala awal, serangan hama tersebut dapat langsung diredam menggunakan insektisida yang bersumber dari paket bantuan sarana produksi (saprodi). Langkah taktis ini memastikan pertumbuhan padi Inpari 32 tetap terjaga optimal hingga masa panen tiba.
Menatap musim tanam berikutnya, para anggota kelompok tani (poktan) beserta masyarakat setempat menaruh harapan besar agar momentum keberhasilan ini dapat terus berlanjut. Mengingat tantangan musim kemarau yang diprediksi segera tiba, mereka sangat mengharapkan adanya dukungan berupa bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), khususnya pompa air. Fasilitas ini dinilai menjadi instrumen krusial untuk mengamankan pasokan air ke lahan-lahan warga demi menjaga produktivitas padi tetap stabil.
Kepala Bidang Penyuluhan dan SDM Pertanian, drh Akbar Susanto menyampaikan pelaksanaan demplot tersebut menjadi langkah nyata dalam menguji dan memperkenalkan teknologi budidaya padi terbaru serta varietas unggul.
“Di sini, kita telah membuktikan bahwa penerapan teknologi yang tepat mulai dari pemilihan benih, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama mampu menghasilkan panen yang jauh lebih optimal dan efisien,” ujarnya.
“Pada tahun 2026 ini, program demplot serupa dilaksanakan di 5 kecamatan di Kabupaten Banjar sebagai langkah strategis diseminasi teknologi guna mendukung penuh program Swasembada Pangan. Khusus untuk Kecamatan Martapura Barat, kita patut berbangga karena di atas lahan seluas 1 hektar ini, kita berhasil mengembangkan varietas unggul Inpari 32 Kelas BP,” tambah Akbar.
Turut hadir dikegiatan ini Camat Mertapura Barat, Kepala Bidang Penyuluhan dan SDM Pertanian drh Akbar Susanto beserta jajarannya, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Banjar, Koordinator Penyuluh serta PPL Martapura Barat, Penyuluh Swadaya, dan petani Desa Pengalaman. (Sumber : Media Center Banjar)











Comments