Kabupaten Banjar

Kualitas Air Sungai Arfat Masih Dipantau, DPRKPLH Banjar Imbau Warga Tak Gunakan Air Sungai 

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak menggunakan air Sungai Arfat menyusul hasil sementara pemeriksaan kualitas air pascakejadian kematian ikan massal di kawasan Keramba Jala Apung (KJA) di Kecamatan Astambul dan Karang Intan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPRKPLH Banjar, Sutiyono mengatakan, pengambilan sampel air yang dilakukan sebelumnya telah menunjukkan adanya perubahan kondisi kualitas air. Meski demikian, hasil tersebut masih akan dikaji lebih lanjut bersama instansi terkait.

“Dari hasil sementara kualitas air memang mengalami perubahan. Untuk sementara masyarakat kami imbau agar tidak menggunakan air sungai sampai ada hasil kajian lebih lanjut,” ujarnya usai rapat gabungan empat komisi DPRD Kabupaten Banjar yang dihadiri dinas terkait, camat, kepala desa terdampak, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, kebutuhan air bersih masyarakat saat ini masih dipenuhi melalui distribusi bantuan yang dilakukan pemerintah bersama instansi terkait agar aktivitas warga tetap dapat berjalan.

“Untuk sementara air sungai belum bisa dikonsumsi. Kebutuhan air bersih masyarakat tetap kami suplai sambil menunggu hasil evaluasi lebih lanjut,” katanya.

Selain melakukan pengujian kualitas air, DPRKPLH bersama lintas organisasi perangkat daerah (OPD) juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta mengangkat bangkai ikan yang memenuhi aliran Sungai Arfat.

“Kami bersama Damkar, Satpol PP, BPBD, dan instansi lainnya melakukan pembersihan bangkai ikan yang ada di sungai. Bangkai ikan yang berhasil diangkat kemudian dikuburkan agar tidak terus menimbulkan dampak terhadap lingkungan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi Sungai Arfat karena dampaknya berpotensi meluas mengikuti aliran sungai apabila tidak segera ditangani.

“Kami akan terus memantau kualitas air dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar langkah penanganan dapat dilakukan secepatnya,” tutupnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like