HSS, REPORTASE9.ID – Sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Pemkab HSS) resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Tahun 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati HSS Nomor 100.3.3.2/245/KUM/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan dan Kekeringan di Kabupaten HSS Tahun 2026. Keputusan ini menjadi dasar bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat upaya pencegahan bencana.
Bupati HSS Syafrudin Noor, pada Rabu (22/7/2026) mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Kalimantan Selatan memasuki puncak musim kemarau pada Juli hingga September 2026, sehingga potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan meningkat.
“Status siaga bukan berarti kita berada dalam kondisi darurat, tetapi merupakan bentuk kesiapsiagaan agar seluruh unsur dapat bergerak lebih cepat, lebih terkoordinasi, dan lebih efektif dalam mencegah terjadinya bencana,” ujarnya.
Melalui penetapan status siaga tersebut, Pemkab HSS menginstruksikan seluruh perangkat daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah kecamatan dan desa, perusahaan perkebunan, kelompok masyarakat peduli api, barisan pemadam kebakaran, relawan, serta masyarakat untuk meningkatkan patroli di wilayah rawan, melakukan pemantauan secara berkala, memberikan edukasi kepada masyarakat, dan segera melaporkan apabila ditemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Bupati juga menegaskan penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak. Oleh karena itu, setiap perangkat daerah diminta menjalankan peran sesuai tugas dan fungsinya serta memperkuat koordinasi agar upaya pencegahan dapat berjalan optimal.
Pada kesempatan tersebut, Syafrudin Noor menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, barisan pemadam kebakaran, para relawan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat yang selama ini berkomitmen menjaga Kabupaten HSS dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Bupati berharap seluruh masyarakat terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta bersama-sama menjaga hutan, melindungi sumber daya alam, dan mempertahankan kualitas udara.
“Dengan kolaborasi seluruh elemen, Kabupaten Hulu Sungai Selatan diharapkan tetap aman, tangguh, dan bebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan, sejalan dengan visi HSS SEMANGAT (Sejahtera, Mandiri, Agamis, Mengayomi, dan Teknologis),” pungkasnya. (Sumber : Prokopim HSS)











Comments