Kabupaten Banjar

Dispersip Banjar Hadirkan Banjar Corner di Kafe, Bidik Anak Muda Kembali Gemar Membaca

0
Screenshot

BANJAR, REPORTASE9.ID – Sebagai upaya meningkatkan budaya literasi dan minat baca masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Banjar menghadirkan Banjar Corner di sejumlah kafe di Martapura.

Kepala Dispersip Banjar, Kencana Wati mengatakan, program tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan budaya membaca.

“Kami ingin generasi muda Banjar memiliki daya saing, tidak hanya di tingkat Kalimantan Selatan, tetapi juga nasional. Karena itu, selain pendidikan formal, kami mendukungnya melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan literasi,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/07/2026).

Ia menjelaskan, selama ini upaya peningkatan literasi masih berpusat di perpustakaan. Sementara itu, keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, serta jam operasional membuat jangkauan layanan belum maksimal. Atas dasar itu, Dispersip memilih mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat dengan memanfaatkan ruang publik yang banyak dikunjungi anak muda, salah satunya kafe.

“Kami melihat pertumbuhan kafe di Kabupaten Banjar cukup pesat. Tempat ini menjadi ruang berkumpul generasi Z, milenial hingga generasi X. Karena itu, pemerintah hadir dengan menghadirkan Banjar Corner sebagai ruang literasi yang mudah dijangkau masyarakat,” jelasnya.

Melalui kolaborasi dengan pemilik usaha, Dispersip menghadirkan Banjar Corner di dua kafe, yakni Melankolis dan Sega Coffee Brew. Keduanya dipilih sebagai proyek percontohan karena dinilai memiliki jumlah pengunjung yang cukup tinggi.

Ia juga mengungkapkan, respons masyarakat maupun pemilik kafe terhadap program tersebut sangat positif. Bahkan, salah satu pemilik kafe berinisiatif menyediakan ruang khusus yang nantinya akan dijadikan perpustakaan mini.

“Setelah kami pantau, sudah ada pengunjung yang membaca buku di sana. Mudah-mudahan semakin malam semakin banyak yang memanfaatkan fasilitas ini. Owner juga sangat mendukung, bahkan ingin menyediakan ruang khusus untuk perpustakaan mini,” ungkapnya.

Ke depan, Dispersip berencana memperluas Banjar Corner ke sejumlah wilayah lain, seperti Gambut, Kertak Hanyar, serta daerah lain yang memiliki potensi perkembangan usaha kafe.

“Kami ingin akses literasi dapat dirasakan secara merata, tidak hanya di Martapura, tetapi juga wilayah penyangga lainnya,” lanjutnya.

Untuk koleksi bacaan, Dispersip menyesuaikannya dengan minat masyarakat berdasarkan hasil survei di perpustakaan. Buku-buku motivasi, novel populer, hingga bacaan anak menjadi koleksi yang disediakan di Banjar Corner.

Menurutnya, tren membaca buku mulai kembali diminati kalangan muda. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk membangun budaya literasi sekaligus menyeimbangkan penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menilai, kemampuan berpikir kritis, empati, hingga kecerdasan emosional tidak cukup dibangun hanya melalui penggunaan gawai.

“Teknologi tetap penting, tetapi kita juga harus memastikan anak-anak mendapatkan informasi yang positif dan terarah. Membaca buku membantu membangun cara berpikir, empati, serta kemampuan berkolaborasi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja,” tegasnya.

Ia pun mengajak generasi muda untum memanfaatkan fasilitas Banjar Corner yang telah disediakan sebagai ruang membaca sekaligus tempat mencari inspirasi.

“Ayo kembali membudayakan membaca. Perintah pertama dalam Al-Qur’an adalah Iqra, membaca. Dengan membaca, wawasan akan bertambah, cara berpikir menjadi lebih matang, dan itu akan menjadi bekal penting untuk meraih cita-cita,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like