BANJAR, REPORTASE9.ID – Komitmen melestarikan olahraga tradisional masyarakat Banjar terus dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Bawahan Pasar, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, salah satunya dengan rutin menggelar permainan tradisional Balogo sebanyak tiga kali dalam sepekan.
Pembakal Bawahan Pasar, Mulyadi mengatakan, permainan Balogo di desanya pada awalnya tumbuh dari inisiatif dan dukungan masyarakat yang ingin menghidupkan kembali permainan tradisional yang sudah dimainkan sejak dahulu.
Menurutnya, Balogo yang dimainkan saat ini telah mengalami sejumlah perkembangan, baik dari bentuk logo, spesifikasi perlengkapan maupun lapangan yang digunakan. Modernisasi tersebut dilakukan dengan tetap mempertahankan nilai dan karakter permainan tradisional Balogo.

“Dulunya permainan Balogo ini memang dimainkan oleh masyarakat. Sekarang kami kemas dan dikembangkan lagi, termasuk dari segi perlengkapan dan lapangannya, sehingga bisa dipertandingkan dalam berbagai event,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (10/08/2026).
Ia juga menjelaskan, di Desa Bawahan Pasar permainan Balogo rutin dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam sepekan. Kegiatan tersebut digelar pada Rabu malam, Kamis malam dan Minggu malam, dengan menyesuaikan aktivitas masyarakat serta kegiatan desa lainnya.
“Kami mengatur jadwal agar tidak mengganggu kegiatan yang ada di desa. Alhamdulillah, sekarang kegiatan Balogo di tempat kami sudah mulai dikenal oleh kampung-kampung lain,” jelasnya.
Tidak hanya aktif menggelar permainan di desa, masyarakat Bawahan Pasar juga mulai mengikuti berbagai pertandingan Balogo di luar desa, termasuk event tingkat Kabupaten Banjar. Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menambah pengalaman sekaligus memperkenalkan Balogo dari Desa Bawahan Pasar.
Ia menyebut, antusias masyarakat terhadap Balogo sangat tinggi. Bahkan, masyarakat memiliki komitmen bersama agar permainan tradisional tersebut tidak hilang di tengah perkembangan zaman dan semakin kuatnya penggunaan teknologi, khususnya di kalangan anak-anak.
“Antusias masyarakat sangat tinggi. Mereka sudah berkomitmen jangan sampai budaya ini hilang. Ini yang ingin kami wariskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan dalam melestarikan olahraga tradisional saat ini adalah bagaimana mengenalkan permainan tersebut kepada generasi muda yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget.
Karena itu, Pemdes Bawahan Pasar berencana mengemas kegiatan Balogo dalam berbagai bentuk perlombaan dengan berbagai hadiah yang dapat diikuti anak-anak. Selain itu, Balogo juga diharapkan dapat dikenalkan melalui lingkungan pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga madrasah tsanawiyah.
“Kami akan kemas dengan berbagai jenis lomba, terutama untuk anak-anak. Ke depan juga kami ingin memasukkan kegiatan ini dalam event pendidikan, sehingga anak-anak bisa mengenal dan ikut memainkan Balogo,” tambahnya.
Ia juga menegaskan, Pemdes Bawahan Pasar terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan pelestarian olahraga tradisional tersebut. Menurutnya, keberadaan Balogo tidak hanya menjadi sarana olahraga dan hiburan, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Banjar.
“Kami dari pemerintah desa sangat mendukung dan selalu mengapresiasi kegiatan seperti ini. Komitmen kami bagaimana budaya ini jangan sampai hilang,” tegasnya.
Ia berharap, pelestarian Balogo di Desa Bawahan Pasar dapat terus berkembang dan mampu bersaing dalam berbagai event di tingkat kecamatan maupun Kabupaten Banjar. Selain itu, ia ingin permainan tradisional tersebut semakin dikenal generasi muda dan terus diwariskan, sehingga keberadaannya tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
“Kami berkomitmen untuk terus melestarikan permainan tradisional ini, sehingga nantinya dapat dikenalkan dan diwariskan kepada anak-anak serta generasi penerus,” pungkasnya.
















Comments