BANJAR, REPORTASE9.ID – Upaya Pemerintah Desa (Pemdes) Bawahan Pasar, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, yang rutin menggelar permainan tradisional Balogo tiga kali dalam sepekan mendapat dukungan dari Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Banjar, H Fauzan Asniah.
Fauzan yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar menilai, keberadaan permainan tradisional seperti Balogo perlu terus didorong, dikembangkan dan dipertahankan agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Kebetulan kita ini KORMI, karena Balogo merupakan salah satu olahraga tradisional yang ada di bawah KORMI. Artinya, olahraga tradisional itu harus kita dorong, kita kembangkan dan kita pertahankan,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (12/08/2026).
Menurutnya, kegiatan yang dilakukan Pemdes Bawahan Pasar dengan menggelar Balogo secara rutin tiga kali dalam sepekan merupakan langkah positif dalam menjaga keberlangsungan olahraga tradisional di tengah masyarakat.
Ia menyebut, selama ini masih banyak potensi olahraga tradisional di wilayah pedesaan yang belum terpantau secara maksimal. Karena itu, pihaknya akan berupaya menggali dan memetakan potensi tersebut agar dapat diberikan perhatian serta dukungan.
“Kalau ada potensi seperti ini, kita coba jaga. Kalau perlu kita siapkan turnamennya, supaya tetap terjaga. Kami sangat mendukung kalau ada turnamen seperti itu,” katanya.
Ia mengakui, kegiatan olahraga tradisional di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar sebenarnya cukup banyak, namun belum seluruhnya terpantau. Ia menyebut beberapa daerah seperti Gambut juga masih aktif dalam kegiatan Balogo.
“Balogo ini sebenarnya banyak, cuma kita tidak termonitor. Nanti kita coba gali, kita inventarisasi benar-benar dan kita perhatikan, karena ini olahraga tradisional yang luar biasa dan asli Banjar,” jelasnya.
Menurutnya, pelestarian Balogo menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Jangan sampai permainan tradisional yang telah berkembang di masyarakat justru semakin terkikis karena generasi muda lebih banyak beraktivitas dengan teknologi.
“Ini tantangannya di era modern. Jangan sampai olahraga tradisional ini tergerus oleh kemajuan teknologi. Harus dikembangkan, jangan sampai kalah dengan perkembangan zaman,” tegasnya.
Terkait kegiatan Balogo di Desa Bawahan Pasar yang rutin dilaksanakan tiga kali dalam sepekan dan bahkan disertai hadiah bagi peserta, ia menyatakan siap memberikan dukungan.
Ia membuka peluang untuk membantu mencarikan dukungan agar kegiatan tersebut dapat terus berjalan dan berkembang, termasuk jika nantinya digelar dalam bentuk kompetisi atau turnamen.
“Kalau ada kompetisi, siap mendukung. Bahkan kalau memang tiga kali seminggu ada hadiahnya, misalnya sembako, ayo kita coba carikan. Kita dekati dan kita carikan jalannya, kalau perlu kita tunjang dan bantu,” pungkasnya.

















Comments