TNI - POLRI

261 Peserta Ikuti Latsarmil Komcad Matra Darat 2026 di Rindam XXII/Tambun Bungai

0

KALSEL, REPORTASE9.ID – Rindam XXII/Tambun Bungai resmi membuka Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat Tahun 2026 di Lapangan Lambung Mangkurat Rindam XXII/Tambun Bungai, Senin (31/8/2026).

Sebanyak 261 peserta didik Komcad mengikuti pembukaan tersebut dan selanjutnya akan menjalani Latsarmil selama kurang lebih satu setengah bulan.

Sambutan Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema yang dibacakan Danrindam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI AD Ali Akhwan menegaskan, perkembangan lingkungan strategis di tingkat global, regional, maupun nasional berlangsung cepat dan dinamis.

Kondisi tersebut, menurutnya, memunculkan ancaman yang semakin kompleks dan multidimensional, baik berupa ancaman militer, nirmiliter maupun hibrida yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

“Hal ini menuntut kesiapan seluruh kekuatan nasional yang terorganisasi, terarah, dan berkelanjutan untuk menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta keselamatan bangsa,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Ia menegaskan, pertahanan negara bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI, melainkan juga seluruh warga negara. Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk turut serta dalam upaya bela negara dan usaha pertahanan negara sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 27 ayat (3) serta Pasal 30 ayat (1) dan ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam sistem pertahanan negara, seluruh warga negara, wilayah, serta sumber daya nasional lainnya dipersiapkan secara dini dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berkelanjutan.

“Dalam sistem tersebut, setiap komponen memiliki peran dan kontribusi sesuai fungsi serta kemampuan masing-masing,” lanjutnya.

Komponen Cadangan sendiri bersifat sukarela dan dilandasi kesadaran serta komitmen untuk turut serta dalam usaha pertahanan negara. Pembentukannya dilakukan secara bertahap, mulai dari proses rekrutmen dan seleksi, Latsarmil, hingga penetapan sebagai anggota Komcad.

Ditegaskan pula bahwa penggunaan Komcad untuk menghadapi ancaman militer dan ancaman hibrida dilakukan berdasarkan keputusan politik pemerintah, yakni Presiden dengan persetujuan DPR. Sementara komando dan kendali berada di bawah Panglima TNI.

“Sehingga tidak ada anggota Komponen Cadangan yang melakukan kegiatan secara mandiri,” tegasnya.

Kepada para peserta, Kabacadnas berpesan agar mengikuti seluruh tahapan latihan dengan sungguh-sungguh, mematuhi arahan para pelatih, serta membangun kebersamaan dan kekompakan.

Latsarmil, kata dia, tidak hanya bertujuan membentuk kemampuan dasar kemiliteran, tetapi juga karakter, disiplin, kepemimpinan, loyalitas, serta kesadaran bela negara.

“Kesediaan Saudara secara sukarela merupakan wujud keikutsertaan dalam usaha pertahanan negara sekaligus pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Komcad bukan untuk menggantikan Komponen Utama, melainkan menjadi kekuatan pengganda yang dapat disiapkan dan digunakan sesuai kebutuhan pertahanan negara.

Sementara itu, Danrindam XXII/Tambun Bungai Brigjen TNI AD Ali Akhwan mengatakan, pembentukan Komcad merupakan bagian dari sistem pertahanan rakyat semesta yang terdiri atas Komponen Utama, Komponen Cadangan, dan Komponen Pendukung.

“Situasi dan kondisi saat ini membutuhkan pembentukan Komponen Cadangan sesuai dengan amanat Pasal 27 dan Pasal 30 Undang-Undang Dasar 1945,” katanya.

Menurut Ali, keberadaan Komcad tidak semata-mata berorientasi pada persiapan menghadapi perang. Pelatihan yang diberikan juga diharapkan memberikan manfaat bagi kehidupan bermasyarakat, terutama dalam membentuk disiplin, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, dan jiwa nasionalisme.

“Orientasinya bukan hanya langsung pada perang, tetapi juga bagaimana ilmu, disiplin, tanggung jawab, dan latihan yang diperoleh di sini nantinya dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Ia menyebut para peserta berasal dari berbagai latar belakang dan karakter. Ada yang berprofesi sebagai pengusaha, peternak, hingga mereka yang belum memiliki pekerjaan.

Karena itu, Latsarmil diharapkan mampu menyatukan mereka dalam semangat kebangsaan serta menumbuhkan jiwa nasionalisme dan kesadaran bela negara.

“Diharapkan setelah mengikuti pendidikan ini, mereka memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan menjadikan pengalaman selama latihan sebagai bekal serta modal dasar dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam mendukung pertahanan negara,” tuturnya.

Ali berharap pelaksanaan Latsarmil dapat memberikan dampak positif bagi para peserta setelah kembali ke lingkungan masing-masing.

Selain memiliki kedisiplinan dan wawasan kebangsaan yang lebih kuat, para peserta diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika masyarakat memiliki kecintaan terhadap tanah air yang kuat dan jiwa nasionalisme yang tinggi, maka hal tersebut akan menjadi modal penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in TNI - POLRI