BANJARMASIN, REPORTASE9.ID — Organisasi Pencinta Alam dan Seni (Orpala) X-PAS Borneo Kalimantan Selatan sukses menorehkan prestasi gemilang. Mereka berhasil memboyong piala bergilir pada ajang Direktur Poliban Wall Climbing Competition (DPWCC) 2026.
Kejuaraan panjat tebing berskala regional Kalimantan yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Pecinta Alam Politeknik Banjarmasin (K-PAP) ini berlangsung meriah di Kampus Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), pada 10 hingga 12 September 2026.
Kompetisi bergengsi edisi ketiga ini diikuti oleh total 90 pemanjat tebing berbakat dari tiga provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Para peserta bersaing ketat dalam berbagai kategori, mulai dari disiplin umum, disiplin pencinta alam, hingga kategori Kelompok Umur (Under-13) yang menjadi wadah pembibitan atlet usia dini.
Dalam ajang tersebut, Orpala X-PAS Borneo menurunkan empat atlet terbaiknya, yaitu Dina Aulia, Devi Chandra Rizkiana, Galih Kurniawan, dan Akhmad Rizali Rahman. Mereka bertanding dengan didampingi Official sekaligus Kepala Divisi Rock Climbing, Muhammad Alfian Noor.
Berkat penampilan maksimal, kontingen X-PAS Borneo berhasil mendominasi podium. Mereka sukses menyabet Juara 1 dan Juara 2 kategori Putri Disiplin Pencinta Alam, Peringkat 5 Kategori Putra Disiplin Umum, serta Peringkat 7 Kategori Putra Disiplin Pencinta Alam.
Ketua Umum Orpala X-PAS Borneo, Mada Al Madani, S.H., M.H., mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa dari seluruh anggota dan atlet yang telah berjuang keras menguras fisik serta mental di medan laga.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota, terutama kepada official dan para atlet. Berkat dedikasi tinggi dalam melakukan persiapan, alhamdulillah piala bergilir ini bisa kami raih,” ucap Mada kepada awak media.
Mada memaparkan bahwa keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Pihaknya telah menggodok fisik, kekuatan, dan mental para atlet secara disiplin melalui pemusatan latihan intensif selama kurang lebih satu bulan penuh sebelum turun bertanding.
“Untuk persiapan kami lakukan kurang lebih satu bulan. Porsi latihan diarahkan langsung oleh Kepala Divisi Rock Climbing guna menggodok fisik, kekuatan, dan mental mereka. Kami tidak ingin terjun di medan laga dalam keadaan belum siap,” bebernya.
Sebagai organisasi pencinta alam yang berbasis di Kabupaten Banjar dan bergerak di ranah umum, Mada menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mencetak bibit-bibit atlet potensial. Pihaknya juga menyatakan kesiapan untuk terus ambil bagian dalam berbagai kejuaraan mendatang.
“Jadi, kami sebagai Organisasi Pencinta Alam di ranah umum (bukan dari instansi perguruan tinggi atau sekolah) yang berkedudukan di Kabupaten Banjar, siap untuk bertanding lagi di ajang panjat tebing maupun cabang olahraga lainnya di masa mendatang,” pungkas Mada.

















Comments