DaerahKesehatan

Dinkes Kalsel Perkuat Edukasi Warga Hadapi Ancaman Kabut Asap Karhutla

0

KALSEL, REPORTASE9.ID — Ancaman gangguan kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), pemerintah memperkuat langkah pencegahan dengan menggencarkan edukasi kepada masyarakat tentang cara melindungi diri dari paparan kabut asap.

Kepala Dinkes Kalsel, Diauddin, mengatakan penanganan dampak karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan medis ketika masyarakat sudah mengalami gangguan kesehatan. Upaya pencegahan dan peningkatan pemahaman masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi udara yang terdampak asap.

“Dalam menghadapi karhutla, masyarakat perlu memahami bahwa pencegahan menjadi bagian yang sangat penting. Kami terus melakukan edukasi agar masyarakat mengetahui risiko paparan kabut asap dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi kesehatan,” ujar Diauddin di Banjarbaru, Selasa (15/9/2026).

Upaya tersebut dilakukan melalui UPTD Pelayanan Kesehatan, Edukasi dan Komunikasi (PKEK) Dinkes Kalsel dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat.

Edukasi kesiapsiagaan menghadapi musim karhutla antara lain digelar di Tahfidzul Qur’an Terpadu An Najah, Cindai Alus; Pondok Modern An Najah Putri, Kabupaten Banjar; SMP dan SMA Tahfidz Qur’an Taman Cinta Al-Qur’an, Kabupaten Barito Kuala; hingga Panti Werdha Suaka Kasih.

Diauddin menilai penyampaian informasi secara langsung menjadi penting karena dampak paparan asap dapat lebih berisiko terhadap kelompok tertentu, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Kelompok rentan harus mendapatkan perhatian lebih. Karena itu, edukasi kami tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga anak-anak di sekolah, santri, tenaga pengajar hingga penghuni panti werdha,” katanya.

Selain memberikan pemahaman mengenai risiko kesehatan akibat asap, Dinkes Kalsel turut mendistribusikan masker dan leaflet Siaga Karhutla sebagai bagian dari dukungan perlindungan diri.

Di Tahfidzul Qur’an Terpadu An Najah dan Pondok Modern An Najah Putri masing-masing disalurkan 10 boks masker. Sementara SMP dan SMA Tahfidz Qur’an Taman Cinta Al-Qur’an masing-masing menerima empat boks masker berikut leaflet Siaga Karhutla.

Adapun di Panti Werdha Suaka Kasih, edukasi diberikan kepada 21 penghuni panti. Kegiatan tersebut juga disertai penyerahan empat boks masker untuk membantu mengurangi risiko paparan asap.

Diauddin mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kualitas udara saat asap mulai menyelimuti permukiman. Penggunaan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan.

“Masker merupakan salah satu bentuk perlindungan diri yang perlu digunakan ketika masyarakat harus beraktivitas di luar rumah dalam kondisi berasap. Namun yang tidak kalah penting adalah mengurangi paparan, terutama bagi kelompok rentan,” jelasnya.

Masyarakat juga diminta segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan paparan asap, seperti batuk, sesak napas, iritasi mata maupun gejala lain yang semakin memburuk.

“Jangan menunggu kondisi menjadi parah. Apabila muncul keluhan kesehatan, segera berkonsultasi atau mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan terdekat,” pesan Diauddin.

Ia menambahkan, perlindungan kesehatan di tengah ancaman karhutla membutuhkan peran bersama. Pemerintah terus memperkuat kesiapsiagaan melalui edukasi dan pelayanan kesehatan, sedangkan masyarakat diharapkan turut mengambil langkah pencegahan sejak dini.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mengurangi risiko kesehatan akibat karhutla. Pemerintah hadir melalui edukasi dan pelayanan kesehatan, sementara masyarakat juga harus aktif melindungi diri dan keluarganya,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Daerah