BANJARBARU, REPORTASE9.ID – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diminta tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga memastikan anak tumbuh dalam suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan sesuai dengan tahapan perkembangannya.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Banjarbaru sekaligus Bunda PAUD Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, saat melakukan kunjungan kerja ke empat satuan PAUD di Kecamatan Banjarbaru Selatan dan Banjarbaru Utara, Kamis (24/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Erna Lisa meninjau langsung pelaksanaan layanan pendidikan, pemenuhan hak anak, hingga berbagai program yang berkaitan dengan pendidikan karakter dan inklusi.
Tak hanya melakukan peninjauan, ia juga berinteraksi langsung dengan anak-anak. Mulai dari membaca buku hingga mendongeng bersama, dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang dekat dengan dunia anak.

Erna Lisa mengingatkan para guru dan orang tua agar tidak memberikan tuntutan belajar yang berlebihan kepada anak usia dini.
Menurutnya, masa PAUD merupakan tahapan penting dalam membangun fondasi tumbuh kembang anak. Karena itu, proses pembelajaran harus dikemas melalui kegiatan yang menyenangkan dan tidak membuat anak merasa terbebani.
“Pendidikan anak usia dini sejatinya adalah fondasi awal tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh guru dan pendidik agar jangan membebani anak-anak kita. Dunia PAUD pada dasarnya adalah dunia bermain yang menyenangkan,” tegasnya.
Selain memperhatikan proses pembelajaran, Bunda PAUD Banjarbaru juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana pendidikan. Hal itu terlihat saat dirinya mengunjungi Satuan PAUD Sejenis (SPS) Seroja di Kelurahan Loktabat Utara.
Dalam peninjauan tersebut, ditemukan sejumlah fasilitas yang dinilai masih perlu mendapat perhatian. Pemerintah Kota Banjarbaru pun menyatakan komitmennya untuk membantu pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

“Saat berkunjung ke SPS Seroja, kami melihat masih ada beberapa sarana dan prasarana yang kurang layak. Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen untuk memberikan bantuan pemenuhan fasilitas yang kurang tersebut agar anak-anak dapat belajar dan bermain dengan lebih nyaman, aman, dan ceria,” ujarnya.
Adapun empat satuan PAUD yang menjadi lokasi kunjungan yakni Satuan Pendidikan Kemala Bhayangkari 23 di Kelurahan Guntung Paikat, TK Negeri Idaman di Kelurahan Loktabat Selatan, SPS Seroja dan TK Negeri Pembina Kota Banjarbaru di Kelurahan Loktabat Utara.
Di Satuan Pendidikan Kemala Bhayangkari 23, kunjungan diarahkan pada penguatan program literasi karakter melalui kegiatan “Bunda PAUD Bercerita”. Program ini menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan nilai-nilai moral kepada anak sejak usia dini.
Sementara di TK Negeri Idaman, Erna Lisa meninjau penerapan pendidikan inklusi sebagai upaya memastikan setiap anak memperoleh kesempatan pendidikan yang setara tanpa diskriminasi.
Di SPS Seroja, selain mengikuti program Bina Keluarga Balita, perhatian diarahkan pada kebutuhan sarana dan prasarana yang menunjang kenyamanan anak selama mengikuti kegiatan pembelajaran.
Sedangkan di TK Negeri Pembina Kota Banjarbaru, peninjauan difokuskan pada evaluasi sekaligus penguatan program Sekolah Ramah Anak.
Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru terus mendorong terbangunnya kolaborasi antara satuan pendidikan, keluarga dan pemerintah.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan PAUD tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi lingkungan yang mampu mendukung anak tumbuh sehat, aman, percaya diri, berkarakter, serta bahagia.

















Comments