BANJAR, REPORTASE9.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar terus menjadi perhatian seiring meningkatnya kejadian dalam beberapa hari terakhir. Sejak 15 Juli hingga awal Oktober 2026, luas lahan terbakar tercatat mendekati 6.200 hektare.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Banjar Wasis Nugraha mengatakan, dalam periode tersebut tercatat sebanyak 937 kejadian kebakaran hutan dan lahan.
“Kalau kita hitung mulai 15 Juli sampai sekarang itu sudah mendekati 6.200 hektare lahan yang terbakar. Itu kurang lebih hampir tiga bulanan, kemudian untuk kejadian kebakaran hutan dan lahan 937,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (05/10/2026).

Ia menyebut, dalam tiga hari terakhir terjadi peningkatan kejadian di sejumlah wilayah. Di antaranya Kelurahan Gambut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kertak Hanyar dan Martapura Barat.
Salah satu kejadian dengan luasan cukup besar terjadi di kawasan Tembikar Kanan yang masuk wilayah Belayung dan bersebelahan dengan Desa Simpang Empat, Kecamatan Kertak Hanyar.
Kebakaran di kawasan tersebut mencapai sekitar 42 hektare. Penanganan dilakukan melalui water bombing bersama satgas darat hingga api dapat ditangani dengan baik.
“Kemarin itu ada di Tembikar Kanan, itu masuknya di Belayung dan bersebelahan Desa Simpang Empat, Kecamatan Kertak Hanyar. Itu cukup besar sehingga kita memerlukan water bombing untuk menanganinya, 42 hektare terbakar, tertangani dengan baik dengan water bombing dan satgas darat,” ungkapnya.
Selain itu, kebakaran juga terjadi di kawasan Pematang Kilometer 5 Gambut. Penanganan berlangsung sejak sore hingga sekitar pukul 01.00 WITA karena kondisi area yang cukup luas dan angin kencang.
“Dari kejadian sore sampai 01.00 malam baru selesai, karena areanya cukup luas, ditambah angin juga kencang, sehingga memerlukan tenaga sumber daya yang ekstra,” jelasnya.
Beberapa titik lainnya yang turut mendapat perhatian berada di Kilometer 16 dan Kilometer 17, Abumbun Jaya serta Pemakuan.
Ia menegaskan, penanganan karhutla dilakukan melalui kolaborasi lintas sektoral. TNI, Polri, damkar, relawan dan BPBD bersama-sama melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik.
“Semua itu alhamdulillah dengan kolaborasi lintas sektoral TNI, Polri, damkar, relawan, BPBD, alhamdulillah bisa ditangani, bisa dipadamkan,” tambahnya.
Sementara untuk operasi modifikasi cuaca (OMC), Wasis menyebut pelaksanaan terakhir di Kabupaten Banjar dilakukan pada 30 September. Hingga saat ini belum ada jadwal OMC berikutnya. Meski demikian, penanganan menggunakan water bombing masih dapat dilakukan. Bahkan, pihaknya meminta dukungan water bombing untuk kawasan Simpang Empat Kertak Hanyar.
Untuk kondisi saat ini, status penanganan karhutla di Kabupaten Banjar masih siaga, dengan fokus penanganan diarahkan ke kawasan Jalan Gubernur Syarkawi.

















Comments