Kabupaten Banjar

3 Juta Liter Air Disalurkan BPBD Banjar, 74 Desa Masih Krisis Air Bersih

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Ancaman kekeringan masih terus dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar. Hingga awal Oktober 2026, sebanyak 74 desa tercatat mengalami krisis air bersih dan membutuhkan suplai.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha mengatakan, kondisi kekeringan masih berlangsung seiring belum meratanya hujan di wilayah Kabupaten Banjar.

“Sekarang memang masih berlangsung ancaman kekeringan. Berdasarkan rilis BMKG, hujan diperkirakan mulai turun secara bertahap pada November. Kondisi ini menjadi ancaman bagi kita, khususnya terhadap karhutla dan kekeringan,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan sejumlah desa masih mengalami krisis air bersih dan membutuhkan bantuan suplai. BPBD Kabupaten Banjar pun terus melakukan distribusi air secara rutin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

“Untuk kondisi di Kabupaten Banjar sampai sekarang juga masih terasa. Beberapa desa masih mengalami krisis air bersih. Ada 74 desa yang membutuhkan suplai air bersih,” ungkapnya.

Ia menyebut, dibandingkan sebelumnya, jadwal distribusi air bersih kini menjadi lebih panjang. Jika sebelumnya suplai dapat dilakukan dua kali dalam seminggu, saat ini distribusi dilakukan sekitar 10 hari sekali. Hal tersebut disebabkan meningkatnya permintaan dari desa-desa yang mengalami krisis air bersih.

“Kalau bulan kemarin kita bisa suplai dalam seminggu dua kali, sekarang jadwalnya itu 10 hari sekali, karena durasi waktu 10 hari itu kita melaksanakan suplai dengan semakin banyaknya permintaan dari desa-desa yang mengalami krisis air bersih,” jelasnya.

Untuk wilayah yang mengalami kondisi cukup parah, Wasis menyebut Aluh-Aluh dan Beruntung Baru, serta sejumlah kecamatan yang berada mendekati wilayah pesisir. Dalam penanganannya, BPBD Kabupaten Banjar telah mendistribusikan sekitar 3 juta liter air bersih ke berbagai wilayah terdampak.

Distribusi air bersih dilakukan mulai pagi hingga sore hari. Dalam satu hari, BPBD mengerahkan tiga unit tangki untuk menyuplai air ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih.

Saat ini, BPBD Kabupaten Banjar memiliki tiga unit tangki yang digunakan untuk mendukung proses distribusi air bersih. Selain itu, pihaknya juga meminjamkan tandon untuk digunakan masyarakat di desa-desa terdampak.

“Kurang lebih 130 tandon sudah kita pinjam pakaikan di desa-desa,” sebutnya.

Ke depan, BPBD Kabupaten Banjar juga mengupayakan penambahan sarana pendukung distribusi air bersih agar proses bantuan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih mudah.

“Ada rencana untuk tahun akan datang menambah, kita upayakan ada penambahan supaya memudahkan proses bantuan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like