AdvertorialKabupaten Banjar

Penguatan Focal Point PUG Demi Pembangunan Inklusif Banjar

0

BANJAR, REPORTASE9.ID – Guna mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, menegaskan bahwa Pengarusutamaan Gender (PUG) memegang peranan penting. Kebijakan ini bukan sekadar program khusus perempuan, melainkan strategi krusial agar kaum laki-laki dan perempuan mempunyai hak, akses, serta peran setara dalam menikmati hasil pembangunan.

Penegasan tersebut diutarakan Sekda saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Focal Point PUG bertempat di Aula Baiman Bapperida Kabupaten Banjar, pada Rabu (14/10/2026) pagi. Menurutnya, sudut pandang kesetaraan gender wajib disisipkan ke dalam seluruh lini program instansi pemerintah.

“Oleh karena itu, perspektif gender perlu diintegrasikan ke dalam seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi program dan kegiatan perangkat daerah,” ujarnya.

Keberadaan para Focal Point PUG dinilai sangat strategis sebagai penggerak utama di masing-masing instansi. Tugas mereka bukan sekadar urusan administratif, melainkan memastikan kebijakan hingga penganggaran di setiap perangkat daerah benar-benar berpihak pada keadilan gender.

Lebih lanjut, Yudi menaruh harapan besar agar para peserta bimtek mampu menjadi motor penggerak yang tangguh. Pemahaman mendalam terkait analisis gender, penggunaan data terpilah, serta penyusunan anggaran responsif gender menjadi kunci utama yang harus dikuasai.

“Saya berharap Focal Point dapat menjadi motor penguatan PUG di Kabupaten Banjar,” harapnya.

Ia menambahkan, salah satu tantangan terbesar di lapangan adalah bagaimana menerjemahkan dokumen kebijakan menjadi aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, ketersediaan data terpilah berdasarkan jenis kelamin menjadi instrumen penting agar setiap intervensi program pemerintah daerah tepat sasaran.

“Perencanaan pembangunan harus didasarkan pada kondisi dan kebutuhan masyarakat yang nyata, sehingga intervensi pemerintah daerah dapat lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Di sisi lain, Sekretaris Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Widya Wiri Utami, memaparkan bahwa agenda ini diselenggarakan untuk mempertajam pemahaman peserta mengenai konsep dasar hingga strategi PUG. Bimtek ini juga difokuskan untuk mengasah kapasitas para perencana program di tiap instansi.

Widya menyebutkan, pelibatan para kepala subbagian perencanaan sangat vital agar prinsip kesetaraan gender otomatis masuk ke dalam dokumen perencanaan satuan kerja masing-masing.

“Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat sinergi dan koordinasi antarperangkat daerah, mendorong perencanaan dan penganggaran yang responsif gender, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan PUG untuk mewujudkan pembangunan Kabupaten Banjar yang lebih inklusif, adil, dan berkesetaraan,” ujarnya.

Forum peningkatan kapasitas ini diikuti sebanyak 50 peserta dari berbagai instansi. Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Asisten Deputi PUG Bidang PMKPM dan Pemerintah Daerah Wilayah III dari Kemen PPPA RI, serta menghadirkan narasumber ahli dari Inspektorat dan Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

More in Advertorial