BANJAR, REPORTASE9.ID – Sorak kemenangan pecah di Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura saat nama Grup Tarbiatul Aulad diumumkan sebagai Juara I Grand Final Festival Becatuk Dauh 2026. Grup asal Desa Mekar itu memastikan gelar setelah unggul tipis satu poin dari grup lainnya pada malam puncak, Rabu (04/03/2026).
Keberhasilan tersebut sekaligus menutup penantian panjang selama lima tahun terakhir. Piala bergilir Bupati dan Wakil Bupati Banjar yang selama ini menjadi incaran akhirnya berhasil mereka bawa pulang.
Perwakilan grup, Raden mengungkapkan, rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut kemenangan ini merupakan hasil dari latihan intensif sekitar dua bulan, dengan fokus pada kekompakan pukulan, harmonisasi vokal, hingga pendalaman syair Islami.
“Perasaan kami campur aduk, tentu sangat senang. Ini juga menjadi kebanggaan bagi desa kami, khususnya Desa Mekar,” ujarnya usai menerima trofi.
Menurutnya, evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya menjadi bekal penting untuk tampil lebih disiplin dan solid. Seluruh anggota sepakat memperhatikan detail penampilan, mulai dari kostum hingga koreografi, agar mampu memberikan kesan maksimal di hadapan dewan juri.
Semantara itu salah satu juri, Muhammad Syahid menyebutkan, persaingan di babak final berlangsung sangat ketat. Saat proses penilaian, hanya tersisa dua grup dengan selisih angka yang sangat tipis sehingga dewan juri perlu berunding kembali sebelum menetapkan pemenang.
Ia menjelaskan, aspek penilaian tidak hanya bertumpu pada teknik memukul dauh, tetapi juga mencakup kekompakan vokal, penghayatan syair Islami, serta keserasian busana. Dalam hasil akhir, Tarbiatul Aulad unggul atas Grup Al Munir yang merupakan juara tahun sebelumnya.
Grand final yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar itu diikuti sembilan finalis hasil seleksi dari 21 grup pada babak penyisihan Februari lalu. Acara ditutup dengan penyerahan trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan kepada para pemenang.










Comments